0 0
Read Time:1 Minute, 41 Second

Perkembangan sentimen global yang berkisar pada kebijakan suku bunga Bank Sentral AS, The Fed, ketegangan di Timur Tengah, serta gejolak politik domestik terkait Pilkada, terus mempengaruhi pergerakan pasar keuangan Indonesia. Pada Kamis (22/08), IHSG mengalami koreksi, namun Chief Executive Officer PT Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya, menganggap penurunan ini masih tergolong sehat. Menurutnya, IHSG yang telah menembus level All Time High dan bertahan di level 7.500-an menunjukkan ketahanan pasar.

Prospek Suku Bunga The Fed dan Dampaknya pada Pasar RI
Bernadus Wijaya optimis bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada September 2024, seiring dengan data inflasi dan ketenagakerjaan yang menunjukkan keselarasan dengan target The Fed. Penurunan suku bunga ini diharapkan akan mendorong aliran capital inflow ke Indonesia, berpotensi menguatkan rupiah.

Daya Tarik Investasi dan Pasar Modal RI
Dengan potensi pemangkasan suku bunga AS, pasar modal Indonesia diharapkan akan menjadi lebih menarik bagi investor. Sektor-sektor tertentu mungkin menunjukkan daya tarik investasi yang lebih tinggi, tergantung pada dinamika pasar dan kebijakan yang berlaku.

Bursa Saham Asia-Pasifik: Menunggu Komentar Powell
Bursa saham Asia-Pasifik dibuka lebih rendah pada Jumat (23/8/2024), dengan investor menunggu komentar Ketua The Fed, Jerome Powell, di Jackson Hole. Data dari Jepang menunjukkan inflasi utama sebesar 2,8% pada Juli, tidak berubah dari bulan sebelumnya, sedangkan inflasi inti mencapai 2,7%.

Pergerakan Indeks Saham

  • Nikkei 225 Jepang: Terbuka lebih kuat dengan kontrak berjangka di Chicago pada 38.225 dan Osaka pada 38.170.
  • S&P/ASX 200 Australia: Menurun ke level 7.955.
  • Indeks Hang Seng Hong Kong Berjangka: Turun ke level 17.490.

Di AS, saham teknologi menjadi sorotan setelah indeks Nasdaq Composite mengalami penurunan terbesar di antara ketiga indeks utama, turun 1,67%. S&P 500 tergelincir 0,89%, dan Dow Jones Industrial Average turun 0,43%.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai ramalan nasib pasar modal RI dan daya tarik investasi sektoral, simak dialog Shinta Zahara dengan Bernadus Wijaya dalam Power Lunch di CNBC Indonesia.

 

Jangan lupa untuk cek dan coba layanan trading kami di demo ewf

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *