Wall Street menutup perdagangan Kamis (30/8) dengan pergerakan bervariasi setelah data ekonomi AS yang kuat dan hasil proyeksi perusahaan teknologi.
Indeks Dow Jones Industrial Average mencapai rekor penutupan tertinggi, naik 0,59% menjadi 41.335,05. Sementara itu, indeks S&P 500 hampir tidak berubah di level 5.591,96, dan Nasdaq Composite melemah 0,23% ke 17.516,43.
Kekuatan Ekonomi AS dan Dampaknya
Penutupan Dow Jones menjadi yang tertinggi sepanjang masa, didorong oleh data ekonomi AS yang menunjukkan pertumbuhan lebih cepat dari perkiraan awal berkat belanja konsumen yang kuat. Ini mendukung harapan bahwa AS kemungkinan akan terhindar dari resesi. Jeffrey Roach dari LPL Financial mengungkapkan, “Revisi ke bawah terhadap inflasi yang menyertai revisi ke atas terhadap belanja membangun kasus untuk soft landing.”
Nvidia dan Saham Teknologi
Di sisi lain, saham Nvidia mengalami penurunan lebih dari 6% setelah proyeksi pendapatan triwulanan perusahaan mengecewakan investor, memangkas kenaikannya sepanjang tahun 2024 menjadi 137%. Saham terkait AI menunjukkan pergerakan campur aduk: Microsoft naik 0,6%, sementara Alphabet turun 0,7%, dan saham Broadcom serta Advanced Micro Devices masing-masing turun hampir 1%.
“Masih terlalu dini untuk mengenakan setelan pelemahan bagi perusahaan terkait AI. Kami pikir masih ada lebih banyak keuntungan,” ujar Terry Sandven, kepala strategi ekuitas di U.S. Bank Wealth Management.
Kabar dari Apple dan Laporan Ekonomi
Saham Apple naik 1,5% setelah Citigroup menobatkan perusahaan tersebut sebagai pilihan AI teratasnya. Apple dikabarkan sedang berunding dengan Nvidia untuk berinvestasi di OpenAI, yang bisa meningkatkan nilai perusahaan ChatGPT di atas $100 miliar.
Laporan Departemen Tenaga Kerja menunjukkan klaim pengangguran yang sedikit lebih rendah dari perkiraan, sementara laporan Pengeluaran Konsumsi Pribadi bulan Juli, yang akan dirilis Jumat, diharapkan memberikan petunjuk tentang kebijakan moneter bank sentral.
Pergerakan Saham Lainnya
Saham CrowdStrike melonjak 2,8% setelah mengalahkan estimasi pendapatan kuartalan, sementara saham Dollar General merosot 32% setelah memangkas perkiraan penjualan dan laba tahunannya.
