0 0
Read Time:1 Minute, 31 Second

Setelah mencetak delapan pekan kenaikan beruntun dan berkali-kali memecahkan rekor harga tertinggi, harga emas akhirnya terkoreksi. Pekan ini, emas diperkirakan ditutup melemah lebih dari 3%, menjadi penurunan mingguan terbesar sejak Pemilu AS November lalu.

Meski demikian, analis tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang logam mulia ini. Koreksi yang terjadi dinilai wajar, mengingat pasar emas sempat mengalami euforia beli dan sudah lama diprediksi akan mengalami tekanan jual.

Data dari Commodity Futures Trading Commission (CFTC) menunjukkan bahwa posisi beli spekulatif pada kontrak emas sempat memuncak di atas 200.000 kontrak pada akhir Januariโ€”level tertinggi dalam hampir tiga tahun. Namun sejak itu, para trader momentum mulai melepas posisi mereka, mendorong tekanan jual.

Level support utama di US$2.800 per ons kini menjadi titik penting yang diamati pelaku pasar. Meski ada risiko penurunan jangka pendek, tren naik jangka panjang emas masih kuat.

Dari sisi fundamental, permintaan investasi terhadap emas terus meningkat. Menurut data World Gold Council, pekan lalu terjadi arus masuk sebesar 48 ton emas ke ETF berbasis emas di Amerika Utara, senilai sekitar US$4,6 miliarโ€”lonjakan mingguan terbesar sejak April 2020.

Kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi juga memperkuat daya tarik emas. Sentimen konsumen menurun ke level terendah dalam beberapa tahun, sementara kekhawatiran inflasi meningkat. Bahkan, proyeksi ekonomi oleh Federal Reserve Atlanta menunjukkan kontraksi 1,5% pada kuartal pertama, jauh lebih rendah dari estimasi sebelumnya sebesar 2,3%.

Situasi ini menciptakan lingkungan stagflasi, yang secara historis mendukung harga emas sebagai aset lindung nilai terhadap ketidakpastian dan inflasi.

Beberapa institusi besar seperti WisdomTree dan Goldman Sachs tetap yakin bahwa emas akan menyentuh US$3.000 per ons tahun ini, meskipun ada koreksi dalam jangka pendek.

Sementara itu, menurut BMO Capital Markets, emas dan tembaga menjadi komoditas yang paling banyak dibicarakan dalam konferensi pertambangan mereka, dengan perak hanya menempati posisi ketiga dalam hal minat investor.

 

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *