Pada perdagangan sebelumnya Selasa (12/3/2025), indeks Hang Seng kembali tertekan dan ditutup melemah 0,76% di posisi 23.600,31, menyentuh level terendah dalam sepekan. Ketidakpastian pasar dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap pencapaian target pertumbuhan ekonomi terbaru dari Tiongkok.
Tidak hanya itu, tekanan juga terasa di indeks China Enterprise (HSCE) yang turun 0,84% ke 8.682,13, serta indeks Hang Seng berjangka bulan Maret 2025 yang berakhir melemah 0,66% ke 23.639.
⚠️ Sentimen negatif ini datang di tengah kecemasan global soal kondisi deflasi di Tiongkok, serta dampak lanjutan dari ketegangan perdagangan internasional yang belum mereda. Namun, kabar baik datang dari Wall Street: sebagian besar indeks AS berhasil rebound dari posisi terendah 6 bulan menyusul rilis data inflasi AS Februari yang lebih jinak dari ekspektasi.
🛢️ Sementara itu, harga minyak mentah WTI menguat karena data cadangan minyak AS yang turun lebih besar dari perkiraan, membuka peluang bagi sektor energi untuk mencuri perhatian pelaku pasar hari ini.
📲 Ingin dapat insight harian seperti ini langsung ke ponselmu?
Follow dan subscribe sosial media kami di:
-
Link Sosial Media Lengkap
Kamu bisa dapat market update, tips trading, dan edukasi GRATIS!
🔍 Rekomendasi Teknikal Hang Seng Hari Ini:
Menurut analis Vibiz Research Center, secara teknikal indeks Hang Seng masih berpotensi melemah, meski pembukaan sesi bisa mencoba menguat menuju level 23.710. Jika berhasil menembus level tersebut, indeks berpeluang melanjutkan penguatan ke area resistance berikut:
📌 Resistance Levels
-
R1: 23.947
-
R2: 24.256
-
R3: 24.537
Namun jika terjadi pembalikan arah, indeks diperkirakan turun ke 23.580, dan jika tekanan jual berlanjut, bisa menembus level support berikut:
📌 Support Levels
-
S1: 23.357
-
S2: 23.076
-
S3: 22.767
🎯 Buy Average: 23.840
🔻 Sell Average: 23.504
💼 Belum yakin bagaimana menerapkan analisa teknikal ini dalam trading nyata?
Yuk latihan langsung di akun simulasi GRATIS kami!
🔗 Klik di sini untuk coba DEMO EWF sekarang!
