Harga emas mengalami penurunan untuk hari kedua berturut-turut, namun diperkirakan akan mengakhiri minggu ini di zona hijau, didorong oleh penguatan Dolar AS (USD) dan aksi ambil untung menjelang akhir pekan. XAU/USD diperdagangkan pada $3.019, turun 0,81% pada sesi tersebut.
Meskipun suasana pasar tetap suram, ekuitas AS berhasil memangkas sebagian kerugian mereka sebelumnya, dengan emas batangan tetap mempertahankan posisinya yang defensif. Hal ini terjadi seiring dengan penguatan Dolar AS, di mana Indeks Dolar AS (DXY) berada di 104,05, naik 0,24%. Kurangnya katalis baru membuat pedagang tetap fokus pada faktor utama yang memengaruhi pasar: kebijakan perdagangan Presiden Donald Trump dan pernyataan pejabat Federal Reserve (Fed).
Presiden Fed New York, John Williams, menegaskan bahwa target inflasi 2% yang ditetapkan oleh bank sentral AS bukanlah sesuatu yang akan diperdebatkan. Ia juga menyatakan bahwa kebijakan moneter yang cukup ketat saat ini adalah langkah yang “sepenuhnya tepat.” Sementara itu, Presiden Chicago Fed, Austan Goolsbee, mengungkapkan bahwa dalam situasi penuh ketidakpastian, sebaiknya menunggu hingga kondisi lebih jelas.
Komentar para pejabat Fed ini semakin menegaskan bahwa bank sentral tidak terburu-buru untuk memangkas suku bunga. Mereka merasa nyaman dengan tingkat suku bunga yang ada, meskipun belum yakin mengenai dampak kebijakan tarif yang baru-baru ini diterapkan terhadap produk impor ke AS.
Pada hari Rabu, Fed merilis proyeksi terbaru mereka mengenai suku bunga, yang menunjukkan dua kali pemotongan suku bunga pada tahun 2025. Namun, mereka juga merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi ke bawah.
Di sisi geopolitik, ketegangan meningkat di Gaza setelah Israel mengumumkan peningkatan permusuhan untuk menekan pembebasan para sandera yang tersisa, yang mengakhiri gencatan senjata sementara dan melancarkan serangan terhadap Hamas. Hal ini turut memengaruhi pasar global, sementara imbal hasil Treasury AS juga meningkat, membebani harga emas. Imbal hasil T-note 10-tahun AS naik satu basis poin menjadi 4,246%, sedangkan imbal hasil riil AS, yang diukur dengan imbal hasil Sekuritas Terlindungi Inflasi Treasury AS 10 tahun, naik hampir 2 bps pada 1,918%.
Proyeksi ekonomi yang dirilis menunjukkan bahwa pejabat Fed mengantisipasi dua kali pemotongan suku bunga pada tahun 2025, dengan perkiraan suku bunga dana Fed tetap di 3,9%, tidak berubah dari proyeksi sebelumnya. Sementara itu, inflasi dan tingkat pengangguran diperkirakan lebih tinggi, sementara pertumbuhan PDB diproyeksikan turun di bawah 2%, menandakan adanya potensi perlambatan yang dipengaruhi oleh kebijakan perdagangan Presiden Donald Trump.
Pasar uang kini memperhitungkan 72 basis poin pelonggaran suku bunga oleh Fed pada tahun 2025, yang mengarah pada penurunan imbal hasil Treasury AS serta melemahnya nilai mata uang Dolar AS.
Untuk tetap mengikuti perkembangan pasar lebih lanjut dan merencanakan strategi trading Anda, kunjungi sosial media kami di Instagram, YouTube, atau Linktree untuk informasi dan tips lebih lengkap!
Bagi Anda yang tertarik mencoba simulasi trading, kunjungi DEMO EWF untuk pengalaman langsung dalam dunia investasi!
