Pada penutupan sebelumnya, Indeks Nikkei 225 ditutup turun 0,18% di level 37.608, sementara Indeks Topix juga mengalami penurunan 0,47% menjadi 2.791. Untuk kontrak berjangka Nikkei bulan Juni 2025, indeks turun 0,13% pada posisi 37.350. Meskipun mengalami penurunan, ini menjadi posisi terendah dalam sepekan bagi Nikkei, sementara Topix retreat dari posisi tertinggi dalam 8 bulan terakhir.
Sentimen pasar dipengaruhi oleh ketidakpastian yang ditimbulkan oleh tenggat waktu tarif timbal balik Presiden AS Donald Trump pada 2 April, meskipun ada pembicaraan tentang fleksibilitas pelaksanaan tarif tersebut menjelang akhir pekan. Namun, penggerak pasar utama hari ini berasal dari Wall Street, yang menunjukkan lonjakan signifikan setelah munculnya optimisme terkait kebijakan tarif yang lebih terarah dari Presiden Trump.
Selain itu, harga minyak mentah WTI juga mengalami lonjakan signifikan, mencapai tertinggi dalam tiga pekan terakhir setelah pengumuman tarif sekunder sebesar 25% untuk migas Venezuela yang diumumkan oleh Trump.
Secara teknikal, menurut analis Vibiz Research Center, ada potensi rebound untuk Indeks Nikkei berjangka hari ini. Pada awal sesi, indeks diperkirakan dapat naik ke posisi 37.510. Jika level ini ditembus, indeks bisa melanjutkan pergerakan positifnya menuju level R1 hingga R3. Sebaliknya, jika terjadi pembalikan arah, Indeks Nikkei berpotensi turun menuju posisi 37.290, dan jika penurunan berlanjut, dapat meluncur ke level S1 hingga S2.
Tabel Level Pivot Nikkei 225:
- R3: 38.083
- R2: 37.836
- R1: 37.593
- Pivot: 37.346
- S1: 37.103
- S2: 36.856
- S3: 36.613
Buy Avg: 37.710
Sell Avg: 37.260
Bagi Anda yang tertarik untuk mengikuti pergerakan pasar lebih dekat dan mencoba simulasi trading, kunjungi DEMO EWF untuk merasakan pengalaman trading secara langsung!
