Jakarta, 29 April 2025 – Harga emas mengalami tekanan pada akhir perdagangan hari Selasa, setelah sempat menguat di awal sesi. Emas spot ditutup turun 0,3% ke level $3.114,71 per ons, sementara emas berjangka AS kontrak Juni turun 0,14% menjadi $3.146,00 per ons.
Koreksi ini terjadi seiring rebound dolar AS yang membebani pergerakan logam mulia. Padahal sebelumnya, emas sempat mencetak rekor baru di pasar berjangka terdekat (J25) di $3.149,50 per ons.
Peningkatan ketegangan geopolitik juga sempat mendongkrak permintaan emas sebagai safe haven. Konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah Israel melanjutkan serangan udara ke Gaza, mengakhiri gencatan senjata dua bulan dengan Hamas. Di sisi lain, AS juga melancarkan serangan ke pemberontak Houthi di Yaman.
📲 Update pergerakan emas, berita global, dan strategi trading? Semuanya ada di sosial media kami!
Ikuti kami di:
📸 Instagram EWF Praxis
📺 YouTube EWF Praxis
🌐 Link Sosmed Lengkap
Selain faktor geopolitik, turunnya imbal hasil obligasi global juga menjadi katalis positif bagi logam mulia. Pasar kini bersiap menghadapi pengumuman penerapan tarif timbal balik baru oleh AS pada Rabu, 2 April 2025, yang semakin mendorong minat pada aset safe haven seperti emas.
Malam nanti, pelaku pasar akan mencermati rilis data ADP Employment Change AS bulan Maret, yang diperkirakan meningkat. Jika data tersebut mendorong penguatan dolar AS lebih lanjut, maka bisa menjadi tekanan tambahan bagi harga emas.
🔍 Analisa Teknikal – Emas Berjangka
Menurut analis Vibiz Research Center, potensi pergerakan emas akan cenderung menguat seiring meningkatnya risiko global, namun tetap perlu mewaspadai tekanan dari sisi dolar AS.
-
Resistance: $3.172 – $3.198
-
Support: $3.125 – $3.104
🎯 Belum yakin untuk masuk pasar sungguhan? Coba dulu tanpa risiko!
Latih kemampuan Anda dan uji strategi lewat DEMO EWF – Simulasi Trading Gratis yang dirancang khusus bagi trader pemula maupun berpengalaman!
