Harga perak (XAG/USD) sedikit tertekan pada sesi Asia hari Selasa (22/4), diperdagangkan di kisaran $32,60 per troy ounce. Meski mencetak kenaikan di hari sebelumnya, logam mulia ini tertahan oleh penguatan Dolar AS, yang kembali mendapatkan tenaga dari lonjakan imbal hasil obligasi AS tenor 2 tahun ke level 3,77%. Indeks Dolar (DXY) kini berada di sekitar 98,30, mempersempit ruang gerak perak untuk melanjutkan reli.
Namun, potensi penguatan perak belum tertutup. Pasalnya, ketidakpastian ekonomi global dan kekacauan politik di Amerika Serikat kembali menyalakan sentimen safe haven di pasar.
Dapatkan insight pasar dan analisis eksklusif lainnya langsung di genggaman kamu!
Follow kami sekarang juga di:
π Linktree EWF
πΊ YouTube EWF Praxis
π· Instagram Official EWF
Ketegangan meningkat setelah Presiden Donald Trump menyerukan pemangkasan suku bunga secara agresif dan bahkan dikabarkan tengah mencari celah hukum untuk memecat Ketua The Fed, Jerome Powell. Penasihat ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett, mengonfirmasi bahwa Trump memang sedang menyelidiki opsi tersebut. Dalam postingan di Truth Social, Trump juga memperingatkan bahwa ekonomi AS bisa jatuh jika The Fed tak segera bertindak.
Kondisi ini diperparah oleh buntu-nya negosiasi dagang global, terutama dengan Tiongkok yang secara tegas menolak pendekatan tarif Trump. Tambahan tekanan datang dari rencana penyelidikan terhadap impor mineral penting oleh pemerintahan Trump β langkah yang dikhawatirkan akan memperlambat pertumbuhan dan mendorong inflasi.
Semua ketidakpastian ini berpotensi mendongkrak kembali harga perak, mengingat aset ini menjadi salah satu pilihan utama investor saat dunia sedang tidak baik-baik saja.
Mau ikut rasakan gejolak pasar seperti ini secara real time?
Coba simulasi trading kami secara GRATIS di DEMO EWF.
Latih skill kamu, pahami strategi pasar, dan persiapkan diri jadi trader andal β tanpa risiko! πΌπ
