Jakarta, EWF News – Indeks Hang Seng menutup sesi perdagangan sebelumnya dengan kenaikan tipis sebesar 0,35% di level 21.981,72, sementara indeks saham China Enterprise (HSCE) justru sedikit tertekan 0,04% ke 8.080,19. Untuk kontrak berjangka bulan April 2025, Hang Seng terkoreksi tipis 0,17% menjadi 21.972.
Pasar bergerak datar karena investor cenderung menahan diri, menyikapi ketidakpastian arah dukungan ekonomi dari Beijing dan belum jelasnya hasil perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.
Dari Wall Street, pasar saham AS ditutup mixed—dengan hanya Nasdaq yang masuk zona merah karena pelaku pasar menunggu laporan keuangan kuartalan dari raksasa teknologi.
Sementara itu, harga minyak mentah WTI anjlok ke titik terendah dalam dua pekan terakhir, terseret kekhawatiran kelebihan pasokan global meskipun ada kabar positif dari negosiasi tarif AS-China.
🔍 Analisis Teknikal Hang Seng (Vibiz Research Center)
-
Skenario Bullish: Jika awal sesi berhasil menembus 21.990, indeks berpotensi naik ke:
-
R1 = 22.129
-
R2 = 22.286
-
Potensi maksimum hari ini di R3 = 22.451
-
-
Skenario Bearish: Jika tidak mampu bertahan dan justru turun ke 21.880, maka waspadai penurunan ke:
-
S1 = 21.807
-
S2 = 21.642
-
Ekstensi penurunan bisa sampai S3 = 21.485
-
📈 Level Pivot hari ini: 21.964
🎯 Buy Average: 22.090 | Sell Average: 21.830
📲 Ingin strategi trading real-time dan tips teknikal harian langsung dari analis kami?
Follow dan eksplor sosial media resmi EW Praxis:
🚀 Masih ragu trading beneran? Coba dulu versi simulasi gratisnya!
Mulai belajar dan uji strategi Anda dengan data real-time di platform DEMO EWF.
👉 Klik di sini untuk memulai simulasi trading GRATIS sekarang
