Indeks Hang Seng ditutup menguat tipis 0,4% ke level 23.381,99 dalam sesi perdagangan sebelumnya. Kenaikan serupa juga terjadi pada indeks China Enterprise (HSCE), yang bertambah 0,4% menjadi 8.469,97. Untuk kontrak berjangka Hang Seng bulan Mei 2025, tercatat naik 0,34% ke posisi 23.278.
Kenaikan indeks Hang Seng ini ditopang oleh data resmi yang menunjukkan peningkatan laba industri di Tiongkokβsebuah sinyal positif bahwa perekonomian negara tersebut mulai menunjukkan perbaikan di tengah ketidakpastian global.
Selain itu, sentimen global turut mendorong optimisme pasar. Wall Street membukukan keuntungan besar di semua indeks utamanya setelah muncul kabar bahwa Uni Eropa menunda penerapan tarif impor sebesar 50%, meredakan kekhawatiran investor terhadap potensi perang dagang.
β© Cari tahu lebih banyak seputar analisis pasar, tips trading, dan berita ekonomi terkini? Jangan lewatkan konten eksklusif kami di YouTube EWF Praxis, Instagram, atau kunjungi semua kanal kami di linktr.ee/ewfprx.
Dari sisi komoditas, harga minyak mentah WTI turun 0,73% ke level $61,14 per barel. Penurunan ini terjadi setelah laporan bahwa OPEC+ mempertimbangkan untuk meningkatkan produksi minyak mulai bulan Juli, yang menekan harga di pasar global.
Secara teknikal, analis Vibiz Research Center memperkirakan indeks Hang Seng masih berpeluang menguat. Pada awal sesi, indeks diproyeksikan naik menuju 23.630. Jika level ini mampu ditembus, maka target selanjutnya mengarah ke area resistance R1 hingga R2.
Namun, jika tekanan jual muncul dan pasar berbalik arah, indeks Hang Seng bisa turun menuju 23.230. Bila penurunan berlanjut, potensi pelemahan akan menguji level support S1 hingga S2.
π‘ Mau belajar trading tanpa risiko? Kunjungi platform simulasi kami di DEMO EWF dan mulai latih kemampuan trading Anda sekarang juga!
