Indeks Hang Seng mengawali minggu ini dengan semangat, naik 1,79% dan ditutup di level 18.403,04 pada perdagangan sebelumnya. Tak hanya itu, indeks saham China Enterprise (HSCE) melonjak lebih tinggi 2,18% ke posisi 6.531,99. Sementara itu, kontrak berjangka Hang Seng untuk bulan Juni 2024 juga mencatat kenaikan 1,87% ke posisi 18.345.
Kenaikan ini tidak datang tanpa sebab. Sentimen positif muncul setelah rilis data PMI manufaktur Caixin Tiongkok untuk Mei menunjukkan lonjakan terbesar dalam 23 bulan terakhirβsebuah sinyal pemulihan yang signifikan dari sektor industri.
π’ Ingin terus update soal pergerakan indeks global, logam mulia, dan tips seputar trading?
Ikuti media sosial kami untuk berbagai insight eksklusif dan edukasi pasar:
π Link Lengkap EWF PRX | πΊ YouTube EWF PRX | πΈ Instagram EWF PRX
Namun, euforia pasar sedikit terguncang oleh laporan bahwa pemerintah Beijing memperketat siaga dagangnya. Hal ini menyusul langkah Uni Eropa yang dikabarkan akan segera mengenakan tarif pada kendaraan listrik asal Tiongkokβisu yang bisa memicu ketegangan perdagangan global kembali memanas.
Sementara itu, bursa Wall Street ditutup mixed awal pekan ini. Hanya Dow Jones yang melemah, sementara indeks lainnya menunjukkan penguatan terbatas. Di sisi lain, harga minyak WTI turun lebih dari 3% ke bawah $74 per barel setelah OPEC+ mengumumkan rencana pengurangan produksi secara bertahap mulai bulan depan.
Secara teknikal, analis Vibiz Research Center memperkirakan Hang Seng berpotensi mengalami koreksi. Pada awal sesi, indeks diperkirakan turun ke level 18.120, dan bila tekanan berlanjut, bisa meluncur ke support berikutnya di level S1 hingga S3. Namun, jika terjadi pembalikan arah, indeks bisa menanjak ke 18.370, dan berpotensi menembus resistance R1 hingga R2.
π― Tertarik memahami lebih dalam bagaimana analisa teknikal bekerja? Atau ingin belajar trading tanpa risiko?
Coba langsung platform simulasi kami, GRATIS dan interaktif!
π Klik di sini: DEMO EWF
