Jakarta, 16 Juni 2025 – Indeks Hang Seng menutup perdagangan akhir pekan lalu dengan pelemahan 0,6%, berakhir di posisi 23.892,56. Sentimen negatif tak hanya menyeret indeks utama, tetapi juga berdampak pada China Enterprise Index (HSCE) yang merosot 0,9% ke 8.655,33, serta Hang Seng Futures kontrak Mei 2025 yang turun 0,83% ke level 23.853.
Tekanan terhadap pasar Hong Kong sebagian besar disebabkan oleh memburuknya situasi geopolitik global, khususnya setelah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran. Serangan udara Israel yang menargetkan fasilitas strategis Iran memicu respons balasan dari Teheran, yang oleh sejumlah analis disebut sebagai deklarasi perang terbuka.
📢 Untuk info cepat dan strategi harian pasar global, ikuti kami di sosial media:
🎯 YouTube EWFPRX
📈 Instagram EWF Praxis
📊 Link semua kanal kami
Jangan lewatkan peluang meski pasar sedang volatile!
Situasi ini juga memberikan tekanan ke pasar global lainnya. Di Amerika Serikat, Wall Street turut melemah akhir pekan lalu akibat ketidakpastian geopolitik yang meningkat. Dalam waktu bersamaan, harga minyak WTI mencatat lonjakan ke level tertinggi dalam enam bulan, setelah ladang minyak terbesar Iran dilaporkan hancur akibat serangan Israel.
🔍 Proyeksi Pasar
Kondisi saat ini membuat investor cenderung berhati-hati. Indeks Hang Seng berpotensi bergerak sideways hingga bearish jika sentimen negatif dari Timur Tengah terus membayangi. Pasar juga menanti apakah akan ada langkah diplomatik yang mampu meredam konflik, atau justru memicu gelombang aksi jual lanjutan di kawasan Asia.
🎯 Ingin belajar bagaimana membaca arah indeks seperti Hang Seng dalam situasi geopolitik yang penuh ketidakpastian ini?
Langsung saja uji strategi kamu secara real-time tanpa risiko lewat platform DEMO EWF – simulasi trading gratis yang dirancang untuk membantu kamu jadi lebih siap di pasar nyata.
