Jakarta, 19 Juni 2025 — Indeks Hang Seng mengalami tekanan pada sesi perdagangan sebelumnya, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Indeks utama Hong Kong ini turun 0,3% ke level 23.980,30, sementara indeks China Enterprise (HSCE) ikut terkoreksi 0,4% menjadi 8.694,67. Tak ketinggalan, Hang Seng berjangka untuk kontrak Juni 2025 ikut melemah 0,33% ke posisi 23.973.
Pelemahan Hang Seng tak lepas dari pernyataan keras Presiden AS Donald Trump, yang mendesak warga sipil meninggalkan Teheran sebagai bentuk protes atas penolakan Iran untuk melanjutkan kesepakatan nuklir dengan Washington. Pasar merespons situasi ini dengan cemas, terlebih lagi saat harga minyak WTI melonjak lebih dari 4%, menyentuh level tertinggi dalam lima bulan terakhir akibat potensi eskalasi konflik Israel-Iran.
📊 Mau insight lebih tajam seputar indeks global, analisa teknikal, atau peluang short selling saat market bearish?
Yuk, ikuti media sosial kami dan dapatkan update pasar setiap hari:
📲 Linktree EWF Praxis
📸 Instagram @equityworld_praxis.official
📺 YouTube @ewfprx
Secara teknikal, analis dari Vibiz Research Center memproyeksikan bahwa Hang Seng masih berpeluang melemah hari ini. Di awal sesi, indeks diperkirakan turun ke 23.950, dan bila tekanan berlanjut, indeks bisa menyentuh level support S1 hingga S2.
Namun, apabila terjadi pembalikan arah karena aksi bargain hunting atau katalis positif mendadak, Hang Seng dapat naik ke 24.070, dan jika mampu menembus level itu, potensi penguatan dapat berlanjut ke resisten R1 hingga R2.
💡 Masih ragu untuk ambil posisi di pasar sesungguhnya? Coba dulu strategi Anda secara real-time tanpa risiko!
👉 Klik di sini untuk simulasi trading gratis di DEMO EWF
