Indeks Hang Seng kembali menunjukkan penguatan pada perdagangan hari ini, Rabu (25/6/2025), melanjutkan tren positif untuk hari kedua berturut-turut.
Pada penutupan sesi sebelumnya, indeks Hang Seng mencatat lonjakan 2,1% dan berakhir di level 24.177,07. Sementara itu, indeks China Enterprises (HSCE) juga turut menguat 1,9% ke posisi 8.760,45. Kontrak berjangka Hang Seng bulan Juni 2025 naik 2,09% ke level 24.153, memperlihatkan sentimen beli yang cukup kuat di pasar Asia.
Penguatan ini tidak lepas dari meredanya tensi geopolitik setelah gencatan senjata 12 hari antara Iran dan Israel resmi diberlakukan. Kabar tersebut memicu gelombang optimisme, termasuk di pasar saham global, dan mendorong para investor kembali masuk ke aset berisiko.
Indeks Hang Seng berpeluang melanjutkan penguatannya pada perdagangan hari ini, Rabu (25/6/2025), menurut analisa teknikal dari Vibiz Research Center. Momentum positif dari gencatan senjata antara Iran dan Israel masih memberi dorongan sentimen beli di bursa Asia, termasuk indeks Hang Seng.
Secara teknikal, indeks Hang Seng diperkirakan akan mengawali sesi dengan naik ke level 24.110. Jika level ini berhasil ditembus, maka peluang untuk mendaki ke area resistance R1 hingga R2 semakin terbuka lebar.
Namun, pelaku pasar tetap perlu waspada. Jika terjadi pembalikan arah akibat aksi ambil untung atau sentimen negatif baru, indeks bisa saja terkoreksi ke area 23.808. Bila tekanan jual berlanjut, kemungkinan besar indeks akan menguji zona support S1 hingga S2.
๐ฃ Mau terus update teknikal indeks Hang Seng, saham global, dan komoditas lainnya?
Jangan ketinggalan informasi eksklusif harian dari tim analis kami. Yuk, ikuti media sosial kami di:
Dengan pasar yang mulai stabil namun tetap dibayangi kebijakan The Fed dan harga minyak yang anjlok, penting bagi trader untuk tetap berhati-hati dalam menentukan entry dan exit point hari ini.
๐งช Siap uji strategi tanpa risiko rugi?
Langsung saja coba simulasi trading gratis di DEMO EWF.
Cocok untuk belajar teknikal langsung di pasar real-time, tanpa harus keluar modal!
