0 0
Read Time:1 Minute, 12 Second

Harga minyak Brent turun tipis pada Selasa (GMT), setelah data ekonomi China yang melambat menimbulkan kekhawatiran permintaan global. Brent crude futures tercatat turun 17 sen, atau 0,2%, menjadi $77,35 per barel pada pukul 06:20 GMT. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) naik 50 sen, atau 0,7%, menjadi $74,05 per barel, setelah perdagangan tertunda pada Senin karena libur Hari Buruh di AS.

Pertumbuhan ekonomi China yang melambat menjadi sorotan utama pasar. Purchasing Managers’ Index (PMI) pada Agustus mencatat level terendah enam bulan, sementara laporan baru menunjukkan pesanan ekspor Juli menurun untuk pertama kalinya dalam delapan bulan. Selain itu, kenaikan harga rumah baru di Agustus tercatat paling lemah tahun ini. Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa permintaan minyak dari importir terbesar dunia bisa menurun.

Di sisi pasokan, gangguan dari Timur Tengah tetap menjadi faktor pendukung harga minyak. Dua kapal tanker diserang di Laut Merah dekat Yaman pada Senin, meski tidak mengalami kerusakan signifikan. Serangan tersebut diklaim oleh kelompok Houthi yang didukung Iran, sebagai bentuk dukungan terhadap Hamas dalam konflik di Gaza.

Meskipun gangguan pasokan ini menahan penurunan harga, pasar masih fokus pada perlambatan permintaan global yang dipicu oleh data ekonomi China. Para analis memperingatkan bahwa ketidakpastian dari konflik regional dan perlambatan ekonomi di konsumen besar seperti China dapat terus memengaruhi harga minyak dalam jangka pendek.

Untuk update pergerakan harga minyak harian, analisis pasar energi, dan strategi trading, kunjungi Equityworld Futures Praxis atau ikuti kami di Instagram resmi.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *