0 0
Read Time:59 Second

Harga minyak bertahan pada hari Jumat saat investor menantikan data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS), meski komoditas ini tetap berada di jalur penurunan mingguan. Kenaikan terbatas disebabkan oleh keputusan OPEC+ menunda rencana peningkatan pasokan.

Brent crude untuk kontrak November naik 37 sen atau 0,51% menjadi $73,06 per barel pada pukul 09:58 GMT. WTI untuk kontrak Oktober bergerak naik 33 sen atau 0,48% menjadi $69,48 per barel. Namun, untuk pekan ini, Brent diperkirakan turun lebih dari 7%, sedangkan WTI menuju penurunan hampir 6%.

Perhatian pasar tertuju pada data non-farm payrolls (NFP) AS yang akan dirilis pukul 12:30 GMT. Setelah pekan sebelumnya data ekonomi memberikan sinyal campur aduk, laporan pekerjaan ini diperkirakan menjadi penentu utama besarnya pemangkasan suku bunga Federal Reserve pada pertemuan 17–18 September mendatang.

Sementara itu, aktivitas sektor jasa AS tetap stabil pada bulan Agustus, tetapi pertumbuhan pekerjaan di sektor swasta melambat, menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang mulai melunak. Kondisi ini menambah ketidakpastian mengenai arah kebijakan moneter dan berdampak pada sentimen investor minyak.

Analis menilai bahwa meski pasokan OPEC+ sedikit ditunda, tekanan dari data ekonomi global yang lemah dan ekspektasi permintaan yang menurun tetap menahan harga minyak dari rebound signifikan.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *