Harga minyak naik seiring spekulasi bahwa China akan meluncurkan stimulus tambahan untuk ekonominya, sekaligus meningkatnya kekhawatiran bahwa konflik antara Israel dan Hezbollah dapat meluas menjadi perang regional. West Texas Intermediate (WTI) naik sekitar 1% mendekati $72 per barel, sementara Brent diperdagangkan di sekitar $75 per barel. Minggu lalu, WTI mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak Februari, yakni 4,8%.
Ketegangan di Timur Tengah semakin meningkat setelah Hezbollah meluncurkan serangkaian roket, misil, dan drone ke utara Israel pada Minggu, sementara serangan balasan Israel terhadap kelompok yang didukung Iran di Lebanon menewaskan lebih dari 180 orang pada Senin. Kekhawatiran meningkat bahwa konflik ini dapat mengancam pasokan minyak dari wilayah yang memasok sekitar sepertiga kebutuhan dunia.
Di sisi lain, China—importir minyak terbesar dunia—mengumumkan bahwa otoritas keuangan akan memberikan briefing langka terkait kondisi ekonomi, bersamaan dengan pemotongan suku bunga jangka pendek. Hal ini memicu spekulasi bahwa pemerintah China bersiap untuk meluncurkan langkah-langkah tambahan guna mendorong pertumbuhan.
Untuk update pasar minyak dan insight trading secara langsung, cek Instagram resmi kami. Dengan informasi ini, trader dapat menyesuaikan strategi menghadapi volatilitas yang dipengaruhi faktor geopolitik dan ekonomi global.
Peningkatan stimulus dari China diperkirakan dapat mendorong permintaan minyak mentah, menurut Robert Yawger, direktur divisi energi futures di Mizuho Securities USA. Namun, minyak masih mengalami tekanan kuartalan akibat kekhawatiran lemahnya permintaan dari China dan AS, serta meningkatnya output dari negara non-OPEC.
Selain faktor geopolitik dan ekonomi, cuaca juga menjadi perhatian. Pusat Badai Nasional AS memperingatkan kemungkinan 70% terbentuknya badai baru di Karibia dan Teluk Meksiko selatan menjelang Rabu. Menyikapi hal ini, Shell Plc bersiap menutup fasilitas minyak Appomattox dan Stones di Teluk. WTI untuk pengiriman November naik 0,9% menjadi $71,66 per barel, sementara Brent untuk kontrak November naik 0,7% menjadi $75,03 per barel.
Bagi yang ingin mencoba simulasi trading dan melihat pergerakan harga secara real-time, buka akun demo kami di sini. Informasi lebih lengkap mengenai produk dan profil perusahaan tersedia di website resmi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya.
