Harga perak kembali mencatat reli tajam, menembus level di atas US$ 50 per ons dan bahkan sempat menyentuh US$ 51 per ons sebelum terkoreksi tipis. Kenaikan ini menandai salah satu fase terkuat dalam sejarah perdagangan logam mulia, seiring meningkatnya tekanan di pasar London. Biaya pinjaman perak selama satu bulan di London bahkan mencapai rekor 35%, mencerminkan ketatnya pasokan fisik yang tersedia. Emas dan paladium turut bergerak naik mengikuti momentum ini.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang analisis pasar dan produk investasi berjangka, kunjungi situs resmi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya.
Sepanjang tahun, perak telah melonjak lebih dari 70%, melampaui performa emas. Investor banyak beralih ke aset safe haven di tengah ketidakpastian fiskal AS, kekhawatiran terhadap pasar saham yang terlalu panas, serta potensi tekanan terhadap independensi Federal Reserve. Kombinasi faktor geopolitik dan kebijakan moneter global menjadi bahan bakar utama reli logam mulia.
Jangan lewatkan pembaruan terkini seputar analisis pasar dan edukasi trading melalui media sosial kami di Linktree resmi EWF Praxis.
Kondisi pasokan yang ketat di London turut memperburuk situasi. Kekhawatiran tarif ekspor AS sempat memicu arus perak ke New York, menguras cadangan di London dan mempersulit peminjaman logam fisik. Sebagian besar stok di London tersimpan di brankas pendukung Exchange Traded Funds (ETF), sehingga sulit diakses oleh pasar fisik.
Ingin memahami cara kerja perdagangan logam secara langsung? Coba akun simulasi kami di website demo trading EWF Futures dan rasakan pengalaman real-time tanpa risiko finansial.
Tekanan pasar ini mengingatkan kembali pada rekor bersejarah tahun 1980, ketika Hunt bersaudara berupaya menguasai pasar global perak hingga harga melonjak di atas US$ 50 per ons sebelum akhirnya runtuh. Kini, pasar tampak mengulang pola ketatnya pasokan dan lonjakan permintaan yang ekstrem.
Ikuti juga berita dan pembaruan ekonomi global lainnya di portal berita NewsMaker.id, mitra resmi EWF Praxis Surabaya.
