Harga emas kembali menguat setelah empat sesi berturut-turut mengalami pelemahan. Logam mulia ini sempat melonjak hingga 1,3% mendekati level $3.982 per ons, dipicu oleh pernyataan positif Presiden AS Donald Trump setelah pertemuannya dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Trump menyebut pertemuan tersebut “luar biasa” dan mengumumkan pemangkasan tarif fentanyl menjadi 10%, sementara Tiongkok berkomitmen melanjutkan impor kedelai serta menunda izin ekspor rare-earth selama satu tahun.
👉 Ingin mengenal lebih jauh profil dan layanan investasi kami? Kunjungi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya.
Kesepakatan ini diperkirakan meredakan ketegangan perdagangan yang telah berlangsung berbulan-bulan, meskipun belum menyentuh seluruh akar persaingan ekonomi antara dua negara besar tersebut. Banyak analis menilai langkah ini sebagai awal “reset” hubungan dagang untuk membangun kembali kepercayaan pasar global. Namun, emas tetap menjadi refleksi dari ketidakpastian kebijakan moneter The Fed serta potensi risiko geopolitik yang masih menggantung.
📱 Dapatkan update terkini seputar pasar dan edukasi finansial di Instagram resmi kami.
Dari sisi kebijakan moneter, komentar pejabat The Fed turut memengaruhi arah harga emas. Ketua Jerome Powell menurunkan peluang pemangkasan suku bunga Desember setelah keputusan pemotongan 25 bps sesuai ekspektasi pasar. Dengan pandangan yang terbelah di internal The Fed dan keterbatasan data akibat penutupan sebagian layanan pemerintah AS, arah kebijakan berikutnya menjadi tidak pasti. Tingkat suku bunga yang tinggi umumnya mengurangi minat terhadap emas karena tidak memberikan imbal hasil.
🌐 Untuk membaca berita ekonomi global dan analisis pasar lebih dalam, kunjungi Newsmaker.id.
Secara teknikal, reli kuat minggu lalu yang menembus rekor di atas $4.380 per ons diikuti oleh koreksi cepat menandakan momentum sebelumnya mulai jenuh. Meski berita positif dari hubungan dagang sempat menekan minat beli, harga emas secara tahunan masih naik sekitar 50%, ditopang oleh pembelian bank sentral dan kekhawatiran terhadap pelemahan nilai mata uang.
💡 Coba rasakan sendiri pengalaman trading profesional melalui akun demo gratis kami.
Pada perdagangan siang waktu Singapura, emas spot naik 0,5% ke $3.949,50 per ons, sementara indeks dolar Bloomberg turun 0,1%. Perak dan platinum stabil, sedangkan paladium menguat. Arus keluar dari ETF emas selama lima hari terakhir menjadi sinyal bahwa sebagian investor memilih ambil untung sementara. Pasar kini menantikan laporan permintaan kuartalan dari World Gold Council untuk melihat arah minat investor dan bank sentral berikutnya.
📲 Jangan lewatkan berita dan informasi pasar terbaru di Linktree resmi Equityworld Futures Praxis.
