Harga emas mengalami koreksi di awal sesi Asia setelah Kementerian Keuangan Tiongkok resmi mengakhiri insentif pajak untuk penjualan logam mulia mulai 1 November. Keputusan ini mengejutkan pasar karena sebelumnya aturan tersebut membantu meringankan beban pajak bagi transaksi emas, membuat harga emas spot turun sekitar 0,4% menjadi $3.987,46 per ons. Untuk informasi lebih lengkap tentang peluang investasi logam mulia, Anda bisa mengunjungi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya.
Menurut analis ANZ Research, banyak investor di Tiongkok merasa kecewa dengan perubahan aturan ini. Selama ini, investor ritel dapat mengkompensasi pajak pertambahan nilai (PPN) saat menjual emas yang dibeli dari Shanghai Gold Exchange. Dengan hilangnya insentif ini, margin keuntungan bagi investor ritel menurun, sehingga sebagian pelaku pasar mungkin menahan diri dari aktivitas jual-beli. Jangan lupa cek update dan informasi pasar emas terbaru melalui Linktree EWF Praxis.
Tiongkok merupakan salah satu konsumen emas terbesar di dunia. Oleh karena itu, penyesuaian permintaan dari negara ini berpotensi memengaruhi harga emas global. Trader dan investor di seluruh dunia kini memantau respons pasar Tiongkok, karena perubahan sentimen bisa memicu volatilitas tambahan pada logam mulia lainnya, termasuk perak. Untuk membaca analisis dan berita pasar terkini, kunjungi Newsmaker.
Meski koreksi terjadi, investor masih melihat emas sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global. Bagi yang ingin mencoba memantau pergerakan harga secara real-time dan merasakan pengalaman trading tanpa risiko, akun demo kami dapat dicoba melalui Demo Akun Trading EWF.
Untuk mendapatkan update harian, tips trading, dan edukasi pasar emas, jangan lupa mengikuti akun Instagram resmi kami di @equityworld_praxis.official. Dengan mengikuti kanal resmi ini, Anda akan selalu mendapat insight terbaru mengenai harga emas dan strategi investasi logam mulia.
