0 0
Read Time:1 Minute, 50 Second

Harga minyak global kembali menguat setelah OPEC+ memberi sinyal akan menghentikan kenaikan produksi pada kuartal mendatang. Kenaikan moderat yang telah dijadwalkan untuk bulan depan tetap berjalan, namun rencana jeda dari Januari hingga Maret memberikan sentimen positif bagi pasar. Brent untuk pengiriman Januari kembali menembus $65 per barel, sementara WTI bergerak mendekati $61 per barel.
πŸ‘‰ Ikuti berbagai update pasar dan aktivitas perusahaan kami melalui Instagram: Equityworld Praxis Official

Keputusan OPEC+ untuk tetap menaikkan produksi sebesar 137.000 barel per hari pada Desember sejalan dengan ekspektasi pasar. Namun, rencana jeda selanjutnya mencerminkan kewaspadaan terhadap potensi surplus besar tahun depan. Selama tiga bulan terakhir, Brent telah melemah sekitar 10%, tetapi harga mulai pulih setelah Amerika Serikat memperketat sanksi terhadap produsen Rusiaβ€”yang memicu kekhawatiran baru mengenai pasokan dari negara tersebut.
πŸ‘‰ Ingin tahu lebih jauh tentang profil dan layanan perusahaan kami? Kunjungi: PT Equityworld Futures Praxis Surabaya

Menurut analis Warren Patterson dari ING Groep NV, langkah OPEC+ ini menunjukkan bahwa kelompok produsen tersebut mengakui perkiraan surplus yang cukup signifikan di tahun mendatang. Ketidakpastian masih tinggiβ€”baik terkait besarnya surplus maupun dampak nyata sanksi terbaru terhadap Rusia. Selain itu, delapan anggota utama OPEC+ masih memiliki sekitar 1,2 juta barel per hari produksi yang belum sepenuhnya dipulihkan.
πŸ‘‰ Cek semua kanal resmi dan sosial media kami melalui Linktree: linktr.ee/ewfprx

Sementara itu, Morgan Stanley meningkatkan proyeksi jangka pendek untuk Brent, meski tetap memberi peringatan akan potensi surplus substansial. Di sisi lain, Uni Emirat Arab ikut meredam kekhawatiran mengenai kelebihan pasokan. Kondisi geopolitik juga menjadi fokus, termasuk serangan drone Ukraina yang membakar kapal tanker di Laut Hitam dan merusak fasilitas pemuatan di Tuapseβ€”lokasi kilang Rosneft PJSC yang sebelumnya dijatuhi sanksi oleh AS.
πŸ‘‰ Pantau terus berita ekonomi dan energi terbaru melalui portal news kami: Newsmaker EWF

Tensi politik turut memengaruhi pasar, setelah Presiden Donald Trump mengancam tindakan militer terhadap militan Islam di Nigeria, produsen minyak terbesar Afrika, bila pemerintahnya tidak menghentikan kekerasan yang terjadi. Ia juga mengisyaratkan potensi penghentian bantuan bagi anggota OPEC tersebut. Pada penutupan perdagangan di Singapura, Brent untuk Januari naik 0,4% menjadi $65,01, sedangkan WTI untuk Desember meningkat 0,4% menjadi $61,23 per barel.
πŸ‘‰ Tertarik mempelajari pasar energi lewat praktik langsung? Coba akun demo trading gratis: Akun Demo EWF

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *