0 0
Read Time:1 Minute, 42 Second

Harga minyak kembali naik sekitar $1 pada Selasa (11/11) didorong oleh sentimen positif dari perkembangan politik AS serta dampak sanksi terbaru terhadap minyak Rusia. Brent ditutup menguat $1,10 (1,72%) ke $65,16, sementara WTI naik 91 sen (1,51%) ke $61,04. Meski demikian, kekhawatiran akan kelebihan pasokan global tetap menjadi penahan utama bagi kenaikan harga.
๐Ÿ‘‰ Ikuti kabar energi dan aktivitas perusahaan kami melalui Instagram:
Equityworld Praxis Official

Investor terus mencermati dampak sanksi AS terhadap Rusia, terutama setelah Lukoil menyatakan force majeure pada salah satu ladang minyak Irak yang mereka operasikanโ€”menandai efek terbesar sejauh ini dari sanksi yang diberlakukan bulan lalu. Pembatasan ekspor bahan bakar Rusia menahan penurunan harga dan menciptakan dinamika baru, di mana minyak pemanas dan bensin bergerak berbeda arah dibanding harga minyak mentah.
๐Ÿ‘‰ Kenali profil lengkap perusahaan & produk layanan kami:
Equityworld Futures Praxis Surabaya

Di saat yang sama, kilang-kilang India mulai mencari alternatif pasokan untuk menggantikan minyak Rusia. Produsen Timur Tengahโ€”termasuk Arab Saudi, Irak, dan Kuwaitโ€”siap meningkatkan suplai ke India pada Desember, menurut empat sumber industri. Perubahan arus perdagangan ini menambah ketidakpastian terhadap keseimbangan permintaan dan penawaran di pasar global.
๐Ÿ‘‰ Temukan semua kanal sosial media resmi kami di:
linktr.ee/ewfprx

Pasar juga mendapat dukungan dari perkembangan politik AS setelah Senat menyetujui kompromi yang dapat mengakhiri penutupan pemerintahan terpanjang dalam sejarah. Namun, fokus tetap tertuju pada prospek oversupply. Awal bulan ini, OPEC+ sepakat menaikkan target produksi Desember sebesar 137.000 barel per hari, tetapi juga sepakat untuk menunda kenaikan pada kuartal pertama tahun depan.
๐Ÿ‘‰ Ikuti berita energi & ekonomi global melalui portal news kami:
Newsmaker EWF

Menurut analis Commerzbank, pasar minyak menghadapi potensi kelebihan pasokan yang cukup besar tahun mendatang, terutama karena ekspansi produksi signifikan dari OPEC+. Koalisi tersebut telah menambah sekitar 2 juta barel per hari sejak April, dan kemungkinan pembalikan pemotongan sukarela setelah jeda kuartal pertama dapat menambah 1 juta barel per hari lagi, meningkatkan tekanan bearish pada harga minyak di 2025.
๐Ÿ‘‰ Ingin mencoba analisis pasar langsung lewat praktik? Gunakan akun demo gratis:
Akun Demo Trading EWF

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *