Harga minyak menunjukkan stabilitas pada Kamis (13/11) setelah mengalami penurunan tajam sekitar 4% pada sesi sebelumnya. Investor tengah mencermati kekhawatiran terkait kelebihan pasokan global, seiring rencana sanksi terhadap perusahaan minyak Rusia, Lukoil. Kontrak berjangka Brent naik 30 sen menjadi $63,01 per barel, sementara WTI AS bertambah 20 sen ke level $58,69 per barel.
Untuk informasi lengkap mengenai profil perusahaan dan layanan trading kami, kamu bisa kunjungi website PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya.
Suvro Sarkar, kepala tim sektor energi DBS Bank, menyebutkan bahwa dukungan harga minyak diperkirakan cukup kuat di level $60 per barel, terutama mengantisipasi gangguan sementara ekspor Rusia akibat sanksi yang mulai berlaku 21 November. Meski demikian, kenaikan harga dibatasi oleh laporan dari Administrasi Informasi Energi AS (EIA) yang menunjukkan lonjakan persediaan minyak mentah AS lebih tinggi dari perkiraan, sementara persediaan bensin dan distilat turun lebih sedikit dari ekspektasi.
Jangan lupa untuk mengikuti update terkini dan tips trading kami di Instagram Equityworld Praxis agar selalu mendapat informasi terbaru dari pasar energi dan strategi investasi.
Selain itu, OPEC menyatakan bahwa pasokan minyak global diproyeksikan sedikit melebihi permintaan pada 2026, berbeda dari prediksi sebelumnya yang memperkirakan kekurangan pasokan. Peningkatan produksi dari OPEC+ menjadi faktor utama, didukung oleh laporan Badan Energi Internasional (IEA) yang juga menaikkan proyeksi pertumbuhan pasokan global tahun ini dan tahun depan, menandakan surplus yang lebih besar. Bagi yang ingin mencoba trading dengan aman sebelum mengambil keputusan nyata, bisa memanfaatkan akun demo kami untuk menguji fitur trading dan strategi kamu.
