0 0
Read Time:1 Minute, 49 Second

 

Emas Bertahan Stabil di Tengah Tekanan Pasar Global

 

Harga emas tetap bergerak stabil di kisaran US$4.070 per troy ounce pada perdagangan Rabu pagi, setelah sempat menguat 0,6%. Pergerakan ini mencerminkan sikap hati-hati investor yang masih mencermati tekanan dari kejatuhan pasar saham global, kekhawatiran terkait valuasi saham teknologi yang dinilai terlalu tinggi, serta berkurangnya harapan terhadap pemangkasan suku bunga di Amerika Serikat. Laporan kinerja Nvidia yang dirilis Rabu malam waktu setempat turut menjadi sorotan, terutama bagi saham-saham yang terkait teknologi kecerdasan buatan (AI).

Sambil membaca analisis ini, kamu juga bisa mengecek profil perusahaan dan produk perdagangan di website resmi PT Equityworld Futures Praxis Surabaya.

 

Di satu sisi, emas biasanya diuntungkan saat volatilitas pasar meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Namun dalam jangka pendek, harga emas dapat tertekan apabila pelaku pasar menutup posisi leverage untuk menambah likuiditas, sehingga mereka terpaksa menjual emas. Situasi inilah yang membuat pergerakan emas tampak hati-hati meski ketidakpastian pasar terus meningkat.

Untuk mendapatkan update terbaru seputar edukasi dan aktivitas perusahaan, kamu bisa mengikuti sosial media kami melalui Linktree resmi EWF Praxis.

 

Komentar dari beberapa pejabat Federal Reserve dalam beberapa hari terakhir juga makin meredam ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga di bulan Desember. Saat ini, instrumen interest-rate swap hanya mencerminkan peluang 50:50, padahal dua minggu sebelumnya pasar hampir sepenuhnya yakin akan pemangkasan seperempat poin. Para pelaku pasar kini menunggu laporan ketenagakerjaan AS bulan September yang akan memberikan gambaran kondisi ekonomi setelah penutupan pemerintahan selama enam minggu.

Jika ingin belajar dan mencoba fitur-fitur platform trading secara langsung, kamu bisa membuka akun demo resmi EWF.

 

Terlepas dari dinamika jangka pendek, kinerja emas sepanjang tahun ini tetap mengesankan. Komoditas ini telah menguat sekitar 55% dan berpotensi mencetak tahun terbaik sejak 1979. Kenaikan tersebut didorong oleh pembelian besar-besaran oleh bank sentral serta meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai akibat risiko utang negara dan volatilitas mata uang. Survei Bank of America bahkan menunjukkan bahwa investor global memprediksi emas akan menjadi aset dengan performa terbaik kedua tahun depan, hanya kalah dari yen.

Untuk berita ekonomi dan pasar terbaru, kamu juga bisa mengunjungi portal NewsMaker EWF atau mengikuti Instagram resmi EWF Praxis.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *