0 0
Read Time:1 Minute, 45 Second

Harga minyak dunia bergerak stabil pada perdagangan Selasa pagi, dengan West Texas Intermediate (WTI) bertahan di kisaran US$59 per barel setelah reli lebih dari 1% pada sesi sebelumnya. Sementara itu, Brent juga mempertahankan penguatannya di atas US$63 per barel. Sentimen “risk-on” yang mendominasi pasar global menjadi salah satu pendorong utama, terutama karena ekspektasi bahwa Federal Reserve akan kembali memangkas suku bunga. Untuk informasi lebih lanjut mengenai profil perusahaan dan layanan perdagangan berjangka, Anda bisa mengunjungi website resmi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya.

Euforia pasar juga semakin kuat setelah adanya sinyal positif dari komunikasi terbaru antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping, menyusul kesepakatan gencatan senjata tarif bulan lalu. Perkembangan hubungan dua negara ekonomi terbesar dunia ini memberi harapan bahwa permintaan terhadap komoditas energi dapat tetap terjaga. Jangan lupa cek juga Linktree EWF Praxis untuk mengikuti berbagai kanal sosial media kami.

Dari sisi geopolitik, perhatian investor tertuju pada dinamika perundingan damai Ukraina. Trump menyampaikan nada optimistis terkait peluang tercapainya gencatan senjata setelah diskusi intensif akhir pekan lalu dikabarkan berhasil mempersempit perbedaan pandangan antara pihak yang berkonflik. Situasi ini menjadi sorotan pasar karena potensi pelonggaran sanksi terhadap Rusia dapat membuka kembali aliran ekspor minyak yang selama ini tertahan. Untuk update berita perusahaan dan analisis ekonomi lainnya, kamu bisa mengunjungi portal NewsMaker EWF Praxis.

Jika nantinya sanksi dilonggarkan, pasar global bisa berhadapan dengan tambahan pasokan minyak pada saat permintaan masih rapuh. Hal ini membuat pelaku pasar bersikap hati-hati sambil memantau perubahan keseimbangan pasokan dan permintaan energi. Agar tetap terhubung dengan informasi terbaru dan kontak langsung, ikuti Instagram resmi kami di Equityworld Praxis Official.

Untuk saat ini, harga minyak bergerak dalam pola “steady,” menunggu arah yang lebih jelas dari dua faktor utama: kebijakan suku bunga The Fed yang berpotensi mendorong permintaan, serta perkembangan pembicaraan damai Ukraina yang bisa mengubah prospek pasokan. Di pasar Asia, WTI pengiriman Januari diperdagangkan di sekitar US$58,91 per barel, sementara Brent pengiriman Januari sebelumnya ditutup menguat 1,3% di level US$63,37 per barel. Jika Anda ingin mencoba fitur trading kami secara langsung, silakan akses akun demo resmi EWF Praxis.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *