0 0
Read Time:1 Minute, 44 Second

Harga Minyak Stabil di Tengah Pembicaraan Perdamaian Ukraina dan Dampak Sanksi Barat

 

Harga minyak bergerak stabil pada hari Kamis saat pelaku pasar menimbang perkembangan pembicaraan untuk mengakhiri perang di Ukraina dengan dampak sanksi Barat terhadap pasokan minyak Rusia. Meski begitu, aktivitas perdagangan diperkirakan tetap tipis karena libur Thanksgiving di Amerika Serikat.

πŸ‘‰ Kenali profil perusahaan dan layanan trading kami: PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya

 

Pada pukul 14.12 GMT, Brent crude futures naik tipis 5 sen atau 0,1% ke level $63,18 per barel, sementara WTI (West Texas Intermediate) menguat 18 sen atau 0,3% ke $58,83 per barel. Pergerakan ini mencerminkan pasar yang masih berhati-hati menghadapi dinamika geopolitik.

πŸ‘‰ Ikuti kabar terbaru dan edukasi trading di sosial media kami: Linktree EWF Praxis

 

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa draft rencana perdamaian yang dibahas oleh Amerika Serikat dan Ukraina dapat menjadi dasar perjanjian untuk mengakhiri konflik. Putin menambahkan bahwa pertempuran akan berhenti ketika pasukan Ukraina mundur dari posisi penting tertentuβ€”namun jika tidak, Rusia akan mencapai tujuannya dengan kekuatan militer. Sementara itu, AS dan Ukraina terus berupaya mempersempit perbedaan pandangan terkait rencana Presiden Donald Trump untuk mengakhiri konflik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II.

πŸ‘‰ Coba pengalaman trading langsung lewat akun demo: Akun Demo Trading

 

Barclays dalam catatannya menyebutkan bahwa volatilitas geopolitik masih berlanjut, dan harapan gencatan senjata Rusia-Ukraina membantu meredam kekhawatiran pasokan akibat sanksi baru AS terhadap produsen utama Rusia. Situasi ini membuat pasar tetap waspada terhadap potensi gangguan suplai minyak global.

πŸ‘‰ Baca berita resmi dan analisis terkini dari tim kami: Newsmaker EWF Praxis

 

Di sisi lain, OPEC dan sekutunya (OPEC+) kemungkinan akan mempertahankan level output minyak pada pertemuan Minggu nanti. Mereka juga disebut sedang merancang mekanisme baru untuk menilai kapasitas produksi maksimum tiap anggota. Delapan negara OPEC+ yang telah meningkatkan produksi secara bertahap di 2025 diperkirakan akan tetap mempertahankan kebijakan jeda kenaikan produksi pada kuartal pertama 2026.

 

Ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada Desember turut membantu menahan penurunan harga minyak. Suku bunga yang lebih rendah biasanya merangsang pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan permintaan energi termasuk minyak.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *