0 0
Read Time:1 Minute, 52 Second

Harga Minyak Global Tetap Tertekan, Pasar Menimbang Peluang Damai Rusia–Ukraina dan Risiko Geopolitik Baru

 

Harga minyak dunia masih berada di zona bearish seiring pelaku pasar menilai peluang berakhirnya perang Rusia–Ukraina setelah adanya pertemuan tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Rusia. WTI diperdagangkan di bawah $59 per barel setelah turun sekitar 1,2% pada Selasa, sementara Brent ditutup di kisaran $62,45 per barel, melemah sekitar 1,1%. Kremlin menyebut pertemuan Presiden Vladimir Putin dengan utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner sebagai “sangat berguna,” tetapi belum menghasilkan kesepakatan damai.

👉 Untuk profil lengkap perusahaan dan layanan trading resmi, kunjungi PT Equityworld Futures Praxis Surabaya: https://www.equityworld-futures.com/index.php/id/broker/surabaya-praxis

 

Di saat yang sama, serangan terhadap aset energi Rusia terus terjadi, termasuk insiden terbaru yang menargetkan kapal terkait Rusia meski pelakunya tidak jelas. Putin memperingatkan kemungkinan Rusia membalas dengan menyerang kapal milik negara-negara yang mendukung Ukraina jika serangan terhadap armada Rusia tidak berhenti. Banyak analis mengaku terkejut harga Brent tidak naik lebih tinggi mengingat berulangnya serangan terhadap infrastruktur energi Rusia, namun pasar kini lebih fokus pada penumpukan stok minyak global.

👉 Untuk update komoditas harian dan insight pasar, cek Linktree kami: https://linktr.ee/ewfprx

 

Ketegangan geopolitik ini membuat pasar tetap waspada dan menambahkan “risk premium” pada harga minyak, sehingga sebagian mengimbangi kekhawatiran terkait potensi kelebihan pasokan. Sentimen pasar semakin tertekan setelah Amerika Serikat mengambil sikap keras terhadap Venezuela, dengan Presiden Donald Trump memberi sinyal bahwa Pentagon dapat segera melakukan operasi darat untuk menargetkan kartel narkoba. Situasi ini menambah lapisan risiko baru bagi pasar energi global.

👉 Ingin mencoba trading minyak dan komoditas tanpa risiko? Gunakan akun demo gratis: https://demo.ew-futures.com/login

 

Dari sisi fundamental, data industri menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah AS naik sekitar 2,5 juta barel dalam sepekan terakhir, dan stok bensin juga meningkat. Penumpukan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa pasar bisa kembali mengalami oversupply apabila permintaan melemah. Menjelang rilis data resmi pemerintah pada Rabu, kontrak WTI Januari diperdagangkan di kisaran $58,65 per barel pada pukul 08:35 waktu Singapura, sementara pelaku pasar terus menimbang risiko geopolitik dan data persediaan yang meningkat.

👉 Untuk berita ekonomi dan energi global terbaru, kunjungi portal kami: https://www.newsmaker.id/index.php/en/

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *