0 0
Read Time:2 Minute, 6 Second

Tekanan Imbal Hasil Obligasi Membuat Emas dan Perak Melemah

Emas dan perak melemah seiring naiknya imbal hasil obligasi AS, sementara para pelaku pasar mulai melihat lebih jauh ke arah kebijakan moneter The Fed tahun depan. Kenaikan Treasury yields terjadi menjelang rangkaian lelang obligasi mulai Senin serta keputusan suku bunga The Fed pada Rabu, yang berpotensi mengubah ekspektasi kebijakan hingga 2026. Suku bunga yang lebih tinggi umumnya menjadi sentimen negatif bagi logam mulia seperti emas dan perak yang tidak menawarkan imbal hasil.
👉 Untuk informasi perusahaan dan produk berjangka, kunjungi: EWF Praxis Surabaya.

Kevin Hassett, kandidat kuat Ketua The Fed berikutnya, menyampaikan bahwa tidak bijak jika bank sentral menetapkan peta suku bunga untuk enam bulan ke depan. Ia menegaskan pentingnya mengikuti data ekonomi terbaru dalam wawancara dengan CNBC. Sementara itu, trader swap masih memperkirakan peluang hampir pasti pemotongan suku bunga seperempat poin pada pertemuan The Fed hari Rabu. Mereka juga condong memperkirakan dua pemotongan tambahan hingga akhir 2026, turun dari tiga proyeksi yang muncul pekan lalu.
📱 Ikuti update pasar dan aktivitas kantor melalui sosial media kami: Linktree EWF Praxis.

Ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter telah membantu reli signifikan pada harga perak dalam beberapa minggu terakhir. Perak bahkan telah melonjak lebih dari dua kali lipat sepanjang tahun ini, melampaui performa emas yang naik sekitar 60%. Di sisi lain, pasar perak masih menghadapi dampak dari short squeeze bersejarah, dengan tingkat sewa satu bulan di London bertahan tinggi di kisaran 6% meski pasokan metal meningkat ke pusat perdagangan terbesar dunia. Kondisi ini turut memberikan tekanan pada pusat perdagangan lainnya, termasuk Shanghai yang kini menyentuh level persediaan terendah dalam satu dekade.
📸 Untuk berita harian seputar keuangan dan pasar global, cek IG kami: @equityworld_praxis.official.

Minat terhadap opsi perak berjangka di Comex juga meningkat tajam, menunjukkan banyak investor bersiap menghadapi volatilitas lebih luas dan peluang reli lanjutan. Trader ritel turut membanjiri pasar, dengan volume transaksi micro futures dalam lima hari terakhir berada di level tertinggi sejak pertengahan Oktober, menurut data CME Group. Di saat bersamaan, bank sentral China kembali menambah cadangan emas untuk bulan ke-13 berturut-turut, sehingga totalnya kini mencapai sekitar 74,12 juta troy ounce.
📰 Jangan lewatkan berita-berita ekonomi lainnya di portal resmi kami: Newsmaker.id.

Menjelang penutupan perdagangan di New York, perak turun 0,4% ke $58.12 per ounce, sementara emas melemah 0,1%. Platinum dan palladium justru menguat. Indeks Bloomberg Dollar Spot naik 0,1%, mencerminkan penguatan dolar di tengah sentimen pasar yang masih berhati-hati.
💼 Ingin mencoba fitur trading tanpa risiko? Coba akun demo kami: Demo Trading EWF.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *