Harga Minyak Tertekan Kembali, Bayang-bayang Oversupply Membebani Pasar
Harga minyak dunia kembali melemah dan berpotensi mencatat penurunan mingguan untuk kedua kalinya berturut-turut. Kekhawatiran pasar terhadap kondisi kelebihan pasokan dinilai lebih dominan dibandingkan potensi gangguan distribusi. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di kisaran USD 56 per barel dan telah turun lebih dari 2% sepanjang pekan ini, sementara Brent ditutup di bawah USD 60 per barel pada perdagangan Kamis.
👉 Untuk memahami dinamika pasar energi dan peluang perdagangan minyak mentah, Anda dapat mempelajari profil serta produk derivatif kami di PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya melalui website resmi berikut:
https://www.equityworld-futures.com/index.php/id/broker/surabaya-praxis
Sejumlah pedagang minyak terbesar dunia menilai pasar berpotensi mengalami kelebihan pasokan pada awal tahun depan. Perusahaan perdagangan energi Trafigura bahkan memperkirakan harga Brent akan bertahan di kisaran USD 50 per barel hingga pertengahan 2026, seiring pasokan global yang terus melimpah dan belum diimbangi pertumbuhan permintaan yang kuat.
📊 Ingin mencoba simulasi trading minyak tanpa risiko? Manfaatkan akun demo trading kami untuk mengenal fitur platform dan strategi perdagangan sebelum terjun ke pasar sebenarnya:
https://demo.ew-futures.com/login
Sepanjang tahun ini, harga minyak telah turun sekitar 20%. Pelemahan tersebut dipicu oleh keputusan OPEC+ untuk mengembalikan pasokan ke pasar lebih cepat dari perkiraan, ditambah peningkatan produksi dari sejumlah negara produsen lainnya. Di sisi lain, pertumbuhan permintaan global dinilai masih relatif lemah, sehingga tekanan terhadap harga belum mereda.
📱 Ikuti perkembangan pasar komoditas dan analisis terkini dengan mengikuti media sosial resmi kami melalui:
https://linktr.ee/ewfprx
serta Instagram di:
https://www.instagram.com/equityworld_praxis.official
Meski demikian, risiko geopolitik untuk sementara menahan penurunan harga yang lebih dalam. Ketegangan terkait pasokan dari Rusia dan Venezuela masih menjadi perhatian pasar. Terbaru, Inggris menjatuhkan sanksi kepada tiga produsen minyak kecil Rusia, di tengah upaya perdamaian yang dimediasi Amerika Serikat antara Moskow dan Kyiv yang hingga kini belum membuahkan hasil.
📰 Dapatkan berita dan analisis finansial terbaru lainnya melalui portal news kami di:
https://www.newsmaker.id/index.php/en/
Sumber: Newsmaker.id
