Harga Minyak Menguat di Tengah Tekanan AS terhadap Venezuela dan Risiko Geopolitik Global
Harga minyak dunia kembali menguat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperketat blokade terhadap Venezuela. Dalam beberapa pekan terakhir, pasukan AS dilaporkan menaiki satu kapal tanker dan mengejar kapal lainnya, setelah sebelumnya berhasil menangkap sebuah kapal pembawa minyak Venezuela. Langkah ini meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global.
Minyak mentah Brent naik mendekati level USD 62 per barel setelah mencatat dua penurunan mingguan berturut-turut. Penopang utama datang dari aksi Penjaga Pantai AS yang menaiki tanker Centuries di kawasan Karibia pada Sabtu lalu. Kapal tersebut diketahui membawa sekitar dua juta barel minyak mentah Venezuela. Selain itu, otoritas AS juga dilaporkan mengejar tanker Bella 1 yang sedang berlayar menuju negara Amerika Latin tersebut. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang perdagangan komoditas dan profil perusahaan, Anda dapat mengunjungi website resmi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya di
๐ https://www.equityworld-futures.com/index.php/id/broker/surabaya-praxis
Washington terus meningkatkan tekanan terhadap pemerintahan Presiden Nicolรกs Maduro dengan tujuan memutus sumber pendapatan utama negara tersebut. Pemerintah AS bahkan telah menetapkan rezim Venezuela sebagai organisasi teroris asing, dengan tuduhan keterlibatan dalam perdagangan narkoba. Meski Venezuela memiliki cadangan minyak mentah terbesar di dunia, ekspornyaโyang sebagian besar menuju Chinaโkini menyumbang kurang dari 1% permintaan global. Untuk update dan komunikasi terbaru, ikuti kanal media sosial resmi perusahaan melalui
๐ https://linktr.ee/ewfprx
Risiko pasokan juga meningkat dari kawasan lain. Dari kelompok produsen OPEC+, Rusia menghadapi tekanan tambahan setelah Ukraina untuk pertama kalinya menyerang tanker minyak dari โshadow fleetโ Rusia di Laut Mediterania menggunakan drone. Insiden ini menyusul serangan terhadap fasilitas milik Lukoil PJSC di wilayah Laut Kaspia, yang semakin menambah kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan minyak global.
Kondisi geopolitik yang memanas ini membantu menahan penurunan harga minyak, meskipun secara tahunan harga telah turun sekitar 20%. Penurunan tersebut sebelumnya dipicu oleh kelebihan pasokan, seiring OPEC+ dan para pesaingnya meningkatkan produksi di tengah perlambatan pertumbuhan permintaan global. Bagi trader yang ingin menguji strategi tanpa risiko, tersedia akun demo trading yang dapat diakses melalui
๐ https://demo.ew-futures.com/login
Pada perdagangan terbaru, kontrak Brent untuk pengiriman Februari naik 2,1% menjadi USD 61,77 per barel pada pukul 13.22 waktu London. Sementara itu, minyak mentah WTI untuk pengiriman Februari menguat 2,2% ke level USD 57,76 per barel. Untuk mengikuti berita dan analisis pasar energi serta komoditas lainnya secara rutin, kunjungi portal berita kami di
๐ https://www.newsmaker.id/index.php/en/
