0 0
Read Time:2 Minute, 2 Second

Harga Minyak Bertahan Menguat Empat Hari Beruntun di Tengah Blokade AS terhadap Venezuela

 

Harga minyak dunia mempertahankan tren kenaikan selama empat sesi berturut-turut seiring berlanjutnya blokade Amerika Serikat terhadap pengiriman minyak Venezuela. Pada perdagangan pagi, West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di kisaran USD 58 per barel setelah melonjak sekitar 5% dalam empat sesi terakhir, sementara Brent ditutup mendekati USD 62 per barel. Sentimen geopolitik kembali menjadi penopang utama pergerakan harga.

 

Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa Washington akan terus menahan minyak dari kapal-kapal yang disita dan terkait dengan Venezuela. Hingga kini, AS telah menyita dua kapal tanker dan tengah memburu kapal ketiga sebagai bagian dari tekanan lanjutan terhadap pemerintahan Presiden NicolΓ‘s Maduro. Untuk memahami lebih jauh dinamika pasar energi dan peluang perdagangan komoditas, Anda dapat mengunjungi website resmi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya di

πŸ‘‰ https://www.equityworld-futures.com/index.php/id/broker/surabaya-praxis

 

Meski terjadi penyitaan kapal, lebih dari selusin tanker masih terlihat mengangkut minyak di lepas pantai Venezuela sejak AS meningkatkan upaya menekan pendapatan minyak Caracas. Hal ini menunjukkan bahwa pasokan minyak Venezuela masih berjalan, meski dalam kapasitas terbatas. Kondisi ini membuat pasar berada di antara dua sentimen: risiko gangguan pasokan dan fakta bahwa suplai belum sepenuhnya terhenti. Untuk update dan komunikasi resmi perusahaan, cek media sosial kami melalui

πŸ‘‰ https://linktr.ee/ewfprx

 

Ketegangan geopolitik yang lebih luas juga turut menopang harga minyak, termasuk ancaman ofensif darat AS terhadap operasi perdagangan narkoba di Amerika Latin. Kenaikan harga ini terjadi meskipun secara year-to-date minyak masih turun hampir 20%, akibat pertumbuhan pasokan yang jauh melampaui pertumbuhan permintaan global, sehingga menciptakan kondisi kelebihan pasokan (market glut).

 

Namun demikian, kekhawatiran pasar belum sepenuhnya mereda. Perlambatan ekonomi global dan ketidakpastian politik masih membayangi prospek permintaan energi ke depan. Pada awal perdagangan di Singapura, WTI untuk pengiriman Februari turun tipis 0,2% ke USD 57,87 per barel, sementara Brent kontrak Februari ditutup menguat 2,7% di USD 62,07 per barel pada sesi sebelumnya. Bagi trader yang ingin menguji strategi tanpa risiko, akun demo trading tersedia di

πŸ‘‰ https://demo.ew-futures.com/login

 

Ke depan, pergerakan harga minyak akan tetap sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik, khususnya kebijakan AS dan situasi di Venezuela. Faktor-faktor ini diperkirakan akan terus menjadi penentu utama volatilitas harga minyak dalam beberapa bulan mendatang. Untuk mengikuti berita dan analisis pasar energi terbaru, kunjungi portal berita kami di

πŸ‘‰ https://www.newsmaker.id/index.php/en/

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *