0 0
Read Time:1 Minute, 48 Second

Harga Minyak Tertekan Jelang Tahun Baru, Pasar Dibayangi Potensi Surplus Pasokan

 

Harga minyak dunia bersiap mencatat penurunan spekulatif terdalam sejak 2020. Tekanan ini muncul akibat kekhawatiran akan surplus pasokan yang besar, yang diperkirakan masih akan membebani sentimen pasar hingga awal tahun baru. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati dalam mengambil posisi menjelang pergantian tahun.

 

Pada perdagangan terbaru, minyak WTI sebagai acuan Amerika Serikat diperdagangkan di bawah US$58 per barel dan berpotensi mencatat penurunan bulanan kelima berturut-turut. Secara tahunan, harga WTI bahkan telah melemah hampir 20%. Sementara itu, Brent untuk kontrak Maret bertahan di atas US$61 per barel.

📉 Untuk memantau pergerakan harga minyak dan instrumen lainnya, kamu bisa mengikuti update pasar melalui media sosial resmi kami di Linktree Equityworld Futures Praxis.

 

Tekanan utama datang dari kombinasi pasokan global yang melimpah—baik dari OPEC+ maupun produsen lainnya—serta perlambatan pertumbuhan permintaan dunia. Sejumlah lembaga, termasuk International Energy Agency (IEA), memproyeksikan potensi kelebihan pasokan tahun depan. Bahkan OPEC, yang biasanya lebih optimistis, mulai mengakui kemungkinan adanya surplus ringan di pasar minyak global.

 

Perhatian pasar saat ini tertuju pada pertemuan virtual OPEC+ pada 4 Januari. Beberapa delegasi mengindikasikan bahwa aliansi produsen tersebut kemungkinan memilih untuk menahan kebijakan produksi, seiring semakin jelasnya tanda-tanda kelebihan pasokan.

🛢️ Ingin mencoba strategi trading minyak tanpa risiko? Gunakan akun demo trading untuk mengenal fitur dan dinamika pasar secara langsung.

 

Dari sisi data, laporan American Petroleum Institute (API) menunjukkan persediaan minyak mentah AS naik sekitar 1,7 juta barel pada pekan lalu. Jika dikonfirmasi oleh data resmi, kenaikan ini akan menjadi yang terbesar sejak pertengahan November. Persediaan bensin dan distilat (solar) juga dilaporkan mengalami peningkatan, menambah tekanan pada harga.

 

Di luar faktor fundamental, pasar juga mencermati perkembangan geopolitik global. Isu penarikan pasukan Uni Emirat Arab dari Yaman, gangguan pengiriman minyak Venezuela, klaim serangan rahasia oleh Presiden AS Donald Trump, hingga dinamika negosiasi Rusia–Ukraina turut memengaruhi sentimen. Namun, pergerakan harga diperkirakan tetap relatif terbatas karena musim liburan dan banyaknya pasar yang tutup jelang Tahun Baru.

🔎 Untuk mengenal lebih jauh produk dan layanan perdagangan berjangka, kunjungi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya dan baca berita pasar terbaru di Newsmaker.id.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *