Harga Perak Melemah Setelah Sentuh Rekor, Pasar Mulai Ambil Untung
Harga perak mengalami pelemahan setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi, seiring meredanya euforia pasar dan aksi ambil untung oleh investor. Logam mulia putih ini terkoreksi di tengah perubahan sentimen global yang sempat didorong oleh ketegangan geopolitik dan isu perdagangan internasional.
Pada perdagangan terbaru, harga perak spot tercatat turun sekitar 2,9%, menandai koreksi tajam setelah reli kuat dalam beberapa sesi sebelumnya. Penurunan ini terjadi ketika sebagian pelaku pasar mulai mengamankan keuntungan, terutama setelah lonjakan harga yang dinilai terlalu cepat dan agresif.
Selain faktor profit taking, tekanan juga datang dari berkurangnya kekhawatiran pasar terhadap kebijakan tarif Amerika Serikat. Sinyal yang lebih moderat dari Washington membuat pelaku pasar mengurangi posisi spekulatif di perak, yang dikenal memiliki volatilitas tinggi dibandingkan emas.
Pergerakan harga perak juga sangat dipengaruhi faktor teknikal, seperti arus margin, penyesuaian posisi opsi, dan pelepasan posisi lindung nilai. Kondisi ini membuat perak rentan mengalami fluktuasi tajam dalam waktu singkat, bahkan tanpa perubahan fundamental yang signifikan.
Meski demikian, prospek perak secara jangka menengah masih dinilai cukup solid. Ketidakpastian global, risiko geopolitik, serta potensi ketegangan perdagangan tetap menjadi faktor pendukung bagi logam mulia. Koreksi saat ini dinilai lebih sebagai fase pendinginan (cooling-off) daripada sinyal pembalikan tren utama.
Investor kini akan mencermati perkembangan kebijakan global dan sentimen risiko untuk menentukan arah pergerakan perak selanjutnya.
