Harga Minyak Menguat, Dolar Melemah—Pasar Waspada Risiko Iran
Harga minyak dunia bertahan di dekat level tertinggi 16 pekan setelah melonjak tajam pada sesi sebelumnya. Pasar kini menimbang dua faktor utama yang saling menopang pergerakan harga: melemahnya dolar AS dan kembalinya risiko geopolitik, khususnya terkait Iran.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bergerak stabil di dekat puncak terbarunya, yang merupakan level tertinggi sejak awal Oktober. Kenaikan cepat dalam beberapa sesi terakhir membuat pasar cenderung berhati-hati, dengan sebagian pelaku mulai mengunci posisi sambil menunggu katalis berikutnya.
Pelemahan dolar AS menjadi salah satu pendorong utama. Saat dolar melemah, komoditas berdenominasi dolar—termasuk minyak—menjadi lebih murah bagi pembeli global, sehingga berpotensi meningkatkan permintaan dan menopang harga.
Dari sisi geopolitik, perhatian pasar kembali tertuju ke Iran. Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa sebuah “armada besar” tengah bergerak ke Timur Tengah, meskipun ia menyatakan harapan agar penggunaan kekuatan militer tidak diperlukan. Pernyataan ini cukup untuk menjaga premi risiko tetap tertanam dalam harga minyak, sekaligus menahan pasar agar tidak terlalu agresif masuk ke aset berisiko.
Secara keseluruhan, harga minyak saat ini didukung oleh kombinasi dolar yang lemah dan premi risiko geopolitik. Selama potensi eskalasi masih ada, ruang kenaikan tetap terbuka. Namun, volatilitas juga berpeluang meningkat sewaktu-waktu seiring pasar bereaksi terhadap perkembangan terbaru.
(az)
Sumber: Newsmaker.id
