Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Demutualisasi Bursa Bisa Bikin Market Cap Naik Dua Kali Lipat yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Pandu mengungkapkan, salah satu indikator utama yang menunjukkan dangkalnya pasar modal nasional adalah rasio kapitalisasi pasar terhadap produk domestik bruto (PDB)..
Regulator tetap menjalankan fungsi pengawasan, sementara bursa dikelola sebagai entitas bisnis yang profesional,. Selain itu, pemegang saham berperan sebagai investor tanpa konflik kepentingan..
Saat ini, kapitalisasi pasar saham Indonesia baru berada di kisaran 60% dari PDB, level yang dinilai rendah jika dibandingkan dengan negara-negara yang telah melakukan demutualisasi bursa..
Artinya, secara teoritis upside pasar modal kita masih bisa dua kali lipat atau lebih,” ujar Pandu di Closing Bell CNBCย Indonesia TV, Jumat (6/2/2026)..
Jakarta, CNBC Indonesiaย โ Chief Investment Officer (CIO) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Pandu Sjahrir menilai demutualisasi bursa sebagai langkah reformasi fundamental yang dapat membuka potensi besar pasar modal Indonesia, yang hingga kini dinilai masih jauh dari kapasitas maksimalnya..
Lebih lanjut, Pandu menilai pasar modal yang lebih dalam. Selain itu, likuid akan memberikan efek berantai positif, mulai dari meningkatnya partisipasi investor besar, bertambahnya perusahaan yang melantai di bursa, hingga penciptaan lapangan kerja baru..
Hampir semua bursa besar dunia sudah melewati proses ini,” tegasnya..
“Kalau kita lihat negara-negara yang sudah demutualisasi, perbandingan market cap terhadap PDB itu biasanya bisa dua sampai empat kali lipat.
Ini bukan sesuatu yang baru. Selain itu, bukan eksperimen.
“Demutualisasi itu adalah push reformasi secara fundamental.
Ia menegaskan, demutualisasi bukan sekadar perubahan bentuk kepemilikan bursa, melainkan transformasi struktural dari bursa berbasis keanggotaan (member-based) menjadi perusahaan yang dikelola secara profesional, transparan,. Selain itu, berorientasi kinerja..
Menurut Pandu, langkah ini telah terbukti berhasil di berbagai negara dengan pasar modal maju seperti Australia, Singapura, Hong Kong,. Selain itu, India.
Ia juga menekankan pentingnya kejelasan pembagian peran pasca-demutualisasi.
Setelah demutualisasi, kedalaman pasar meningkat, likuiditas membaik,. Selain itu, daya tarik terhadap investor institusi global semakin kuat..
“Kalau market cap kita bisa naik signifikan, itu bukan hanya baik untuk pasar modal, tapi juga untuk pembiayaan ekonomi nasional secara jangka panjang,” pungkas Pandu..
Perkembangan terkait Demutualisasi Bursa Bisa Bikin Market Cap Naik Dua Kali Lipat akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures
Baca juga:
- Rupiah Menguat Tipis Pekan Ini, Didukung Data Ketenagakerjaan AS dan Prospek Kebijakan The Fed
- Indeks Hang Seng Rebound Setelah 6 Sesi Pelemahan, Didorong Janji Regulasi Tiongkok
