0 0
Read Time:3 Minute, 29 Second

Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait JPMorgan Prediksi Bitcoin Bisa ke Rp4,49 Miliar, Saatnya Serok? yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.

Pelemahan aset berisiko global, khususnya saham teknologi, serta koreksi tajam emas. Selain itu, perak turut memperburuk kondisi..

Menurut JPMorgan, kontraksi stablecoin lebih merupakan reaksi alami. Selain itu, tertunda terhadap penyusutan kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan.

Kinerja emas yang jauh mengungguli bitcoin sejak Oktober lalu serta lonjakan volatilitas emas membuat bitcoin terlihat semakin menarik dalam jangka panjang..

Kondisi ini pada akhirnya dapat menekan biaya produksi bitcoin ke level yang lebih rendah..

ETF spot bitcoin. Selain itu, Ethereum terus mencatat arus keluar, menandakan pelemahan baik di segmen investor institusi maupun ritel..

Namun, proyeksi itu mencerminkan potensi kenaikan jangka panjang bitcoin ketika sentimen negatif berbalik. Selain itu, aset ini kembali dipandang sebagai lindung nilai terhadap skenario ekstrem..

Jika harga bertahan di bawah level tersebut dalam waktu lama, penambang yang tidak lagi menguntungkan berpotensi keluar dari pasar.

Rasio volatilitas bitcoin terhadap emas kini turun ke sekitar 1,5 atau terendah sepanjang sejarah.

Likuidasi oleh investor institusi non-native di kontrak berjangka bitcoin. Selain itu, Ethereum di CME juga tercatat lebih kecil dibandingkan kuartal sebelumnya.

Analis menegaskan target tersebut tidak realistis untuk dicapai pada tahun ini.

Melansir The Block, tekanan sentimen juga diperparah oleh peretasan senilai US$29 juta pada platform DeFi berbasis Solana, Step Finance.

Hal ini menunjukkan tekanan pasar derivatif masih relatif terkendali..

Proses deleveraging di kontrak perpetual juga dinilai tidak separah gelombang likuidasi yang terjadi pada Oktober lalu..

Namun, analis menilai penurunan ini bukan berarti investor sepenuhnya meninggalkan kripto..

Berdasarkan kerangka tersebut, kapitalisasi pasar bitcoin perlu meningkat hingga setara harga US$266.000 untuk menyamai investasi sektor swasta di emas.

Nilai investasi emas swasta diperkirakan mencapai sekitar US$8 triliun, tidak termasuk kepemilikan bank sentral..

Pada November lalu, JPMorgan sempat memproyeksikan potensi kenaikan bitcoin hingga sekitar US$170.000 dalam 6-12 bulan.

Kondisi ini menyoroti kerentanan likuiditas altcoin, di mana arus keluar dana yang relatif kecil dapat berdampak besar ke pasar..

Pasokan stablecoin juga tercatat menyusut dalam beberapa pekan terakhir, memperkuat sikap kehati-hatian investor.

Sementara itu, arus dana ETF mencerminkan sentimen negatif yang luas.

Target terbaru yang lebih tinggi ini mencerminkan horizon jangka panjang. Selain itu, sejalan dengan kenaikan proyeksi harga emas menjadi US$8.000-US$8.500..

Hal ini menjadikan bitcoin semakin menarik jika dilihat dari sisi penyesuaian volatilitas..

Saat ini, aset kripto tersebut diperdagangkan di sekitar US$65.600 berdasarkan data The Block..

Dalam laporan yang dirilis Rabu, analis JPMorgan yang dipimpin Managing Director Nikolaos Panigirtzoglou menyebut pasar kripto kembali tertekan dalam sepekan terakhir.

Bitcoin tercatat melanjutkan pelemahan dengan penurunan hampir 10% dalam 24 jam terakhir.

JPMorgan memperkirakan biaya produksi bitcoin saat ini berada di kisaran US$87.000..

Meski tertekan dalam jangka pendek, JPMorgan menilai prospek jangka panjang bitcoin tetap kuat seiring pergeseran perannya relatif terhadap emas.

Insiden tersebut disebut semakin menggerus kepercayaan investor di seluruh sektor kripto..

Proyeksi tersebut muncul di tengah tekanan jangka pendek di pasar kripto akibat sentimen investor yang melemah..

Sejak pengumuman MSCI pada 10 Oktober, ETF Ethereum mengalami arus keluar sekitar tiga kali lebih besar dibandingkan ETF bitcoin relatif terhadap aset kelolaan.

Secara historis, rasio stablecoin terhadap total nilai pasar kripto cenderung kembali ke rata-rata seiring perubahan ukuran pasar..

Jakarta, CNBC Indonesia – JPMorgan memperkirakan harga bitcoin berpotensi menembus US$266.000 atau sekitar Rp4,49 miliar dalam jangka panjang seiring posisinya yang dinilai semakin menarik dibandingkan emas.

Koreksi harga terbaru membuat bitcoin turun di bawah estimasi biaya produksinya yang selama ini dianggap sebagai “soft price floor”.

Di tengah pelemahan harga, likuidasi di pasar derivatif kripto relatif terbatas dibandingkan kuartal sebelumnya.

Perkembangan terkait JPMorgan Prediksi Bitcoin Bisa ke Rp4,49 Miliar, Saatnya Serok? akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.


Sumber asli: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260209105258-17-709403/jpmorgan-prediksi-bitcoin-bisa-ke-rp449-miliar-saatnya-serok

Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures

Baca juga:

About Post Author

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

By

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *