0 0
Read Time:1 Minute, 18 Second

Emas Turun Lagi, Pasar Masih “Goyah”

 

10 Februari 2026 | Indonesia

 

Harga emas kembali melemah setelah dua hari berturut-turut menguat, seiring aksi ambil untung oleh pelaku pasar di tengah kondisi yang masih sangat volatil pasca penurunan tajam pada akhir Januari. Pergerakan harga dinilai masih belum stabil, menandakan pasar belum menemukan arah yang benar-benar solid.

 

Pada perdagangan awal Asia, harga emas sempat turun hingga 1,4% dan kembali berada di bawah level psikologis US$5.000 per ounce, sebelum memangkas sebagian kerugiannya. Jika dibandingkan dengan puncak harga pada 29 Januari, emas masih tercatat turun sekitar 10%, meskipun secara kinerja sepanjang tahun (year-to-date) masih berada di zona positif.

 

Update terakhir menunjukkan emas spot turun 0,8% ke level US$5.015,98 per ounce pada pukul 07.31 waktu Singapura. Tekanan juga merambah logam mulia lain, di mana perak melemah 2,1% ke US$81,64, sementara platinum dan palladium ikut bergerak turun.

 

Perhatian pasar kini tertuju pada rilis data ekonomi Amerika Serikat pekan ini yang berpotensi menentukan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Laporan ketenagakerjaan Januari dijadwalkan rilis pada Rabu, disusul data inflasi pada Jumat—dua data penting yang kerap memicu pergerakan tajam pada dolar AS, imbal hasil obligasi, dan harga emas.

 

Sentimen pasar juga dipengaruhi faktor politik setelah Presiden AS Donald Trump menominasikan Kevin Warsh sebagai calon pimpinan bank sentral AS. Dalam kondisi pasar yang masih sensitif, kombinasi data ekonomi besar dan isu kebijakan membuat pergerakan emas tetap rawan volatilitas—kenaikan bisa terjadi cepat, namun koreksi tajam juga dapat muncul sewaktu-waktu.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *