Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait FTSE Tunda Index Review Saham RI, Ini Respons BEI yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Dalam pengumuman tersebut, MSCI menyoroti masih adanya kekhawatiran investor global terhadap transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia meski terdapat perbaikan minor pada data free float dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI)..
FTSE Russell menyatakan akan terus memantau perkembangan implementasi reformasi pasar modal Indonesia.
Penundaan ini dilakukan seiring dengan proses reformasi pasar modal yang tengah berjalan di Indonesia..
Jakarta, CNBC Indonesia – Penyedia indeks saham global FTSE Russell memutuskan menunda pelaksanaan Index Review Indonesia yang semula dijadwalkan pada Maret 2026.
Dengan keputusan tersebut, sejumlah aksi korporasi untuk saham Indonesia yang tercatat di dalam indeks FTSE Russell tidak akan diimplementasikan untuk sementara waktu.
Pengumuman klasifikasi negara ekuitas berikutnya tetap akan dilakukan sesuai jadwal pada 7 April 2026..
Pembaruan selanjutnya akan disampaikan menjelang pengumuman FTSE Global Equity Index Series (GEIS) untuk kuartalan Juni 2026 yang dijadwalkan pada Jumat, 22 Mei 2026..
Jeffrey juga menekankan bahwa FTSE tidak menyampaikan kekhawatiran terkait country classification..
Sebelum ini, penyedia indeks lainnya Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan hasil konsultasi terkait penilaian free float saham-saham Indonesia dalam MSCI Global Standard Indexes pada Selasa, (27/1/2026)..
Selain itu, aksi tanpa penambahan modal seperti stock split, konsolidasi, pembagian saham bonus, spin-off wajib, serta pembagian dividen reguler. Selain itu, spesial tetap diberlakukan..
“Dalam pertemuan kami dengan FTSE kemarin dapat kami sampaikan bahwa FTSE memberikan support atas rencana aksi yang sedang dilakukan oleh BEI bersama dengan OJK. Selain itu, SRO.
FTSE Russell menegaskan bahwa pemberitahuan ini tidak berkaitan dengan klasifikasi negara ekuitas oleh LSEG.
Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Jabatan Sementara Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan FTSE Russell memberikan dukungan terhadap rencana aksi yang dijalankan BEI bersama OJK. Selain itu, SRO..
Meski demikian, beberapa aksi korporasi tetap akan dijalankan seperti penghapusan saham akibat merger, akuisisi, suspensi, kebangkrutan, atau delisting.
Kami tentu mengapresiasi dukungan dari FTSE..
Atas dasar itu, FTSE Russell menunda Index Review Maret 2026 sesuai dengan aturan Exceptional Market Disruption dalam kebijakan indeksnya..
Aksi tersebut mencakup penambahan saham baru termasuk IPO, penghapusan saham akibat index review, perubahan segmen kapitalisasi, perubahan jumlah saham beredar, perubahan bobot investabilitas, serta rights issue yang diasumsikan dijual..
Mereka menekankan pada implementasinya agar sesuai dengan timeline yang sudah disampaikan.
Berdasarkan masukan dari External Advisory Committees FTSE Russell, terdapat potensi peningkatan turnover serta ketidakpastian dalam penentuan persentase free float saham di tengah implementasi rencana reformasi pasar modal Indonesia.
Perkembangan terkait FTSE Tunda Index Review Saham RI, Ini Respons BEI akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Sumber asli: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260210103316-17-709756/ftse-tunda-index-review-saham-ri-ini-respons-bei
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures
