Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait 4 Multifinance dan 7 Pinjol Kurang Modal, OJK: Cari Investor atau Merger yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Jakarta, CNBC IndonesiaΒ β Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat 4 dari 144 Perusahaan Pembiayaan yang belum memenuhi ketentuan kewajiban ekuitas minimum Rp100 miliar. Selain itu, 7 dari 95 Penyelenggara Pindar yang belum memenuhi kewajiban ekuitas minimum Rp12,5 miliar..
Gearing ratio PP naik menjadi sebesar 2,18 kali (November 2025: 2,13 kali). Selain itu, berada di bawah batas maksimum sebesar 10 kali..
Dari sisi kinerja, piutang pembiayaan Perusahaan Pembiayaan (PP) tumbuh sebesar 0,61% yoy pada Desember 2025 (November 2025: 1,09% yoy) menjadi Rp506,50 triliun, didukung pembiayaan modal kerja yang meningkat sebesar 10,06 persen yoy..
Tingkat risiko kredit macet secara agregat (TWP90) dalam kondisi terjaga di posisi 4,32% (November 2025: 4,33 persen)..
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro,. Selain itu, Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan, seluruh Perusahaan Pembiayaan dan Penyelenggara Pindar tersebut telah menyampaikan action plan kepada OJK yang memuat langkah-langkah pemenuhan ekuitas minimum..
Pada industri Pinjaman Daring (Pindar), outstanding pembiayaan di Desember 2025 tumbuh 25,44% yoy (November 2025: 25,45% yoy), dengan nominal sebesar Rp96,62 triliun.
Profil risiko Perusahaan Pembiayaan (PP) terjaga dengan rasio Non Performing Financing (NPF) gross tercatat sebesar 2,51% (November 2025: 2,44%). Selain itu, NPF net sebesar 0,77% (November 2025: 0,85 persen).
“Action plan tersebut antara lain melalui penambahan modal disetor oleh pemegang saham eksisting, mencari investor strategis, dan/atau upaya merger,” ungkap Agusma dalam keterangan resmi, Rabu, (11/2/2026)..
Perkembangan terkait 4 Multifinance dan 7 Pinjol Kurang Modal, OJK: Cari Investor atau Merger akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures
Baca juga:
- Rupiah Melemah ke Rp16.265 di Tengah Pelemahan Mata Uang Asia
- Harga Minyak Kembali Naik, Manuver Saudi-Rusia Bikin Pasokan Lebih Ketat
