Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Kelas Menengah Anjlok, Bisnis Bank Kena Imbas yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Begitupun dengan segmen kredit, khususnya kredit konsumer..
Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) menunjukkan proporsi kelas menengah turun menjadi sekitar 16% dari sebelumnya 20% sebelum pandemi.
Seperti diketahui, pertumbuhan kredit consumer di Indonesia melambat. Selain itu, hanya tercatat tumbuh 6,58%..
Sektor yang pulih lebih cepat bersifat capital intensive, sementara sektor labor intensive tertinggal..
Perbankan bersikap selektif dalam menyalurkan kredit, terutama pada segmen-segmen yang kualitas kreditnya dinilai belum kuat, meski rasio kredit bermasalah (NPL) secara agregat masih terkendali..
Hal ini turut membatasi ekspansi kredit di segmen menengah ke bawah.
Kualitas pekerjaan yang tercipta pun cenderung low-skilled, dengan porsi pekerja informal masih besar.
Di sisi lain, kendati demikian Dian menegaskan likuiditas saat ini tetap dijaga secara prudent.
Selain itu, pemulihan pasar tenaga kerja dinilai belum ideal.
Jakarta, CNBC Indonesia – Vice President of Macroeconomic and Financial Market Research Department Office of Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Dian Ayu Yustina buka-bukaan soal pertumbuhan kredit di 2025 yang gagal mencapai double digit..
Ia mengatakan, hal tersebut terjadi bukan tanpa alasan, mengingat pemulihan sektoral masih belum seimbang.
Kondisi ini menekan daya beli. Selain itu, permintaan kredit konsumsi,” ujarnya alam acara CNBCIndonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026)..
“Tekanan juga datang dari melemahnya kelas menengah.
Perkembangan terkait Kelas Menengah Anjlok, Bisnis Bank Kena Imbas akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Sumber asli: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260211135359-17-710211/kelas-menengah-anjlok-bisnis-bank-kena-imbas
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures
