0 0
Read Time:2 Minute, 2 Second

International Energy Agency (IEA) pada Rabu resmi menyepakati pelepasan 400 juta barel minyak sebagai respons terhadap gangguan pasokan global akibat konflik Iran. Langkah ini menjadi pelepasan cadangan darurat terbesar sepanjang sejarah organisasi tersebut. Meski demikian, IEA belum memberikan jadwal pasti kapan pasokan minyak itu mulai masuk ke pasar dan menegaskan proses pelepasan akan dilakukan bertahap sesuai kesiapan masing-masing negara anggota.

IEA sendiri merupakan organisasi yang beranggotakan negara-negara maju dari kawasan Eropa, Amerika Utara, hingga Asia Timur Laut yang berfokus menjaga stabilitas keamanan energi global. Lembaga ini dibentuk pada tahun 1974 sebagai respons terhadap embargo minyak yang terjadi saat konflik Arab–Israel pada 1973, yang kala itu mengguncang ekonomi dunia akibat lonjakan harga energi.

Ikuti update market global, analisa komoditas, dan informasi ekonomi terbaru melalui Instagram Equityworld Praxis serta akses seluruh kanal resmi perusahaan di Linktree Equityworld Praxis.

Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol, menyatakan konflik di Timur Tengah telah memberikan dampak besar terhadap pasar energi global, baik dari sisi keamanan pasokan maupun stabilitas ekonomi dunia. Ia menambahkan bahwa negara-negara anggota IEA saat ini memiliki lebih dari 1,2 miliar barel cadangan darurat publik serta sekitar 600 juta barel stok industri yang dapat digunakan untuk menjaga stabilitas pasokan energi.

Meski pelepasan cadangan dinilai mampu menjadi bantalan jangka pendek bagi pasar, IEA menilai stabilisasi penuh tetap sangat bergantung pada kondisi Selat Hormuz. Jalur laut strategis tersebut selama ini menjadi jalur distribusi sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia. Namun aktivitas tanker di kawasan itu dilaporkan nyaris berhenti akibat meningkatnya risiko keamanan dan ancaman serangan di sekitar wilayah Iran.

Di Asia, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi juga menyampaikan bahwa Jepang berencana melepas sebagian cadangan minyak nasional mulai pekan depan. Langkah tersebut dilakukan karena Jepang masih sangat bergantung pada pasokan energi dari kawasan Timur Tengah sehingga gangguan distribusi dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas energi domestik.

Sejumlah lembaga konsultan energi global memperingatkan bahwa gangguan di Selat Hormuz dapat menjadi salah satu krisis pasokan minyak terbesar dalam sejarah modern. Bahkan pelepasan cadangan darurat dalam jumlah besar sekalipun dinilai belum tentu mampu sepenuhnya menggantikan volume minyak yang biasanya melewati jalur tersebut setiap hari. Selain gangguan distribusi, pasar juga menghadapi risiko penurunan produksi, gangguan operasional kilang, hingga ancaman terhadap pasokan diesel dan bahan bakar penerbangan global.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai layanan dan produk trading dari PT Equityworld Futures Praxis Surabaya, Anda juga dapat mencoba simulasi transaksi melalui Demo Account Equityworld Futures. Dapatkan pula berita ekonomi dan market update terbaru lainnya melalui Newsmaker Indonesia.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *