0 0
Read Time:1 Minute, 32 Second

 


Minyak Naik Hari Kedua, Risiko Geopolitik Kalahkan Lonjakan Stok AS

Harga minyak naik untuk hari kedua berturut-turut, seiring pelaku pasar kembali mempertimbangkan risiko geopolitik di Timur Tengah—khususnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran—yang menutupi sinyal peningkatan pasokan.

WTI bergerak mendekati $65 per barel, sementara Brent stabil di sekitar $69 per barel, setelah keduanya ditutup lebih tinggi pada sesi sebelumnya.

🔎 Fokus Utama: Negosiasi Nuklir AS–Iran

Sentimen pasar tetap sangat sensitif terhadap perkembangan perundingan nuklir. Meskipun Presiden AS Donald Trump menyatakan tujuan utamanya adalah mencapai kesepakatan dengan Teheran, pasar masih melihat adanya risiko eskalasi—termasuk kemungkinan serangan militer—yang dapat mengganggu arus pasokan minyak dari kawasan tersebut.

Faktor inilah yang menjaga “risk premium” tetap melekat pada harga minyak.

📦 Stok Minyak AS Melonjak

Dari sisi fundamental, data resmi AS menunjukkan persediaan minyak mentah naik 8,5 juta barel pekan lalu menjadi sekitar 428,8 juta barel, level tertinggi sejak Juni.

Kenaikan stok sebesar ini biasanya menekan harga. Namun kali ini dampaknya relatif terbatas karena perhatian pasar lebih tertuju pada risiko geopolitik dibandingkan faktor suplai jangka pendek.

🌍 Ancaman Surplus Global

Pelaku pasar kini menunggu laporan bulanan International Energy Agency (IEA) yang berpotensi kembali menyoroti risiko surplus global. OPEC juga menegaskan bahwa permintaan minyak OPEC+ diperkirakan melemah pada kuartal kedua, memperkuat narasi “pasokan longgar” yang menjadi penghambat kenaikan lebih agresif.

Di sisi produksi, output OPEC+ dilaporkan turun sekitar 439.000 barel per hari pada Januari dibanding Desember. Namun, pasar menilai penurunan ini belum cukup untuk menghilangkan kekhawatiran oversupply jika permintaan melemah atau produksi kembali naik.

📊 Harga Terkini (Perdagangan Asia)

  • WTI Maret: $64,90–$64,97/barel (naik sekitar 0,4%–0,5%)
  • Brent April: Bertahan di sekitar $69,40/barel

Ke depan, pergerakan harga minyak masih akan sangat ditentukan oleh kombinasi:

  1. Headline negosiasi AS–Iran
  2. Data stok minyak
  3. Proyeksi dari lembaga energi global

(asd)
Sumber: Newsmaker.id

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *