Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait SGER Raih Kontrak Batu Bara Rp1,2 Triliun dari Bangladesh yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Per September 2025, SGER membukukan pendapatan dari penjualan nikel sebesar Rp 695,14 miliar, pendapatan dari penjualan produk kelapa sawit senilai Rp469,76 miliar,. Selain itu, pendapatan kokas minyak bumi senilai Rp7,47 miliar..
“Ke depan tidak menutup kemungkinan SGER akan merambah pasar lain,” kata Welly dalam keterangan resminya, Kamis (12/2/2026)..
Menurut Welly, adanya kontrak batubara ke Bangladesh akan meningkatkan pendapatan SGER. Selain itu, masih terbuka luasnya pasar batu bara, terutama di negara-negara Asia..
Direktur Utama SGER Welly Thomas mengatakan, SGER mendapatkan kontrak sebanyak 1 juta metrik ton (MT) batubara. Selain itu, akan dikirim dalam jangka waktu 6 bulan..
Selain itu, SGER juga memperoleh pendapatan dari bisnis lainnya.
Sementara itu, saham SGER menguat 2,82% ke harga 510 pada sesi I perdagangan hari ini..
Batu bara yang dikirim SGER ini akan digunakan untuk sektor pembangkit listrik di Bangladesh yang dioperasikan oleh RNPL.
Jakarta, CNBC Indonesia – PT Sumber Global Energy Tbk.
(SGER) meraih kontrak pengiriman batu bara dari Bangladesh senilai US$71,5 juta atau setara Rp1,2 triliun.
Sebagai catatan, sebelumnya SGER telah mengirim batubara ke beberapa negara Asia seperti China, India, Malaysia, Laos, Filipina. Selain itu, Vietnam..
RNPL merupakan perusahaan patungan antara perusahaan milik negara Bangladesh (Rural Power Company Limited),. Selain itu, NORINCO International Cooperation Limited dari China..
Entitas ini dibentuk untuk mengembangkan. Selain itu, mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Patuakhali berkapasitas 1.320 MW, yang merupakan fasilitas beban dasar (baseload) strategis dan menjadi bagian penting dari jaringan listrik nasional Bangladesh..
Perkembangan terkait SGER Raih Kontrak Batu Bara Rp1,2 Triliun dari Bangladesh akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures
Baca juga:
- Perak Melemah: Pasokan Baru Tekan XAG/USD, Level Kunci yang Harus Diperhatikan
- Emas dan Perak Mendekati Rekor Baru, Pasar Bereaksi atas Data Inflasi AS
