0 0
Read Time:1 Minute, 57 Second

Harga emas kembali menguat pada perdagangan Jumat (13/2) setelah berhasil menembus area psikologis US$5.000 per ons. Penguatan ini terjadi usai rilis data inflasi Amerika Serikat yang menunjukkan tekanan harga lebih rendah dari perkiraan pasar. Kondisi tersebut memunculkan kembali spekulasi bahwa Federal Reserve berpotensi mulai menurunkan suku bunga lebih cepat dibandingkan proyeksi sebelumnya. Untuk mengetahui lebih banyak informasi seputar produk dan layanan trading, Anda dapat mengunjungi website resmi perusahaan di https://www.equityworld-futures.com/index.php/id/broker/surabaya-praxis

Data Consumer Price Index (CPI) Januari mencatat inflasi tahunan sebesar 2,4% YoY, lebih rendah dari estimasi pasar di angka 2,5% serta turun dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 2,7%. Secara bulanan, CPI naik 0,2%, juga lebih rendah dari ekspektasi 0,3%. Meski demikian, core CPI masih bertahan di level 2,5% secara tahunan, menandakan inflasi memang mulai melandai tetapi belum cukup rendah untuk membuat The Fed langsung agresif memangkas suku bunga. Untuk update pasar dan informasi harian lainnya, jangan lupa cek sosial media resmi melalui https://linktr.ee/ewfprx

Pergerakan emas sendiri sempat mengalami volatilitas tinggi setelah rilis data tersebut. Harga awalnya mendekati level US$5.000 sebelum kembali melemah, namun tekanan jual berhasil diserap buyer di area sekitar US$4.950. Fenomena ini menciptakan aksi “buy on dip” yang kemudian mendorong harga emas kembali naik menuju level tertinggi harian. Jika Anda ingin mencoba pengalaman trading secara langsung tanpa risiko, Anda bisa menggunakan akun demo di https://demo.ew-futures.com/login

Meski inflasi mulai menunjukkan penurunan, kondisi ekonomi AS secara umum masih tergolong solid. Data ketenagakerjaan terbaru menunjukkan penambahan sekitar 130 ribu pekerjaan baru dengan tingkat pengangguran turun ke 4,3%. Hal ini membuat Federal Reserve kemungkinan tetap berhati-hati dalam menentukan kebijakan suku bunga, karena ekonomi AS masih dinilai cukup kuat menghadapi tekanan. Untuk membaca berita ekonomi dan analisis pasar lainnya, Anda dapat mengunjungi https://www.newsmaker.id

Saat ini pelaku pasar mulai meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga pada Juni mendatang. Berdasarkan data Prime Market Terminal yang dikutip FXStreet, peluang penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin diperkirakan berada di kisaran 55%. Selain itu, pelemahan indeks dolar AS juga menjadi faktor pendukung penguatan emas dalam beberapa hari terakhir. Agar tidak tertinggal update terbaru, tips trading, dan edukasi pasar lainnya, pastikan Anda mengikuti Instagram resmi perusahaan di https://www.instagram.com/equityworld_praxis.official

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *