Harga perak mengalami pelemahan lebih dari 1% pada perdagangan Senin dan bergerak menuju area US$76 per ons. Koreksi ini terjadi setelah sebelumnya perak mencatat kenaikan cukup tajam pada sesi sebelumnya. Pergerakan pasar kali ini juga dipengaruhi kondisi volume transaksi yang cenderung tipis akibat sejumlah pasar utama dunia sedang libur, termasuk Amerika Serikat dan China. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai layanan dan produk trading, Anda dapat mengunjungi website resmi perusahaan di https://www.equityworld-futures.com/index.php/id/broker/surabaya-praxis
Sebelumnya, pada perdagangan Jumat, harga perak sempat melonjak hampir 3% setelah data inflasi Amerika Serikat menunjukkan hasil yang lebih rendah dari perkiraan pasar. Kondisi ini memperkuat harapan bahwa Federal Reserve memiliki peluang lebih besar untuk memangkas suku bunga tahun ini. Suku bunga yang lebih rendah biasanya menjadi sentimen positif bagi logam mulia karena mengurangi opportunity cost dalam memegang aset tanpa imbal hasil. Untuk mendapatkan update pasar dan informasi terbaru lainnya, jangan lupa cek sosial media resmi melalui https://linktr.ee/ewfprx
Saat ini pelaku pasar mulai memperhitungkan kemungkinan pemangkasan suku bunga The Fed pada Juli, bahkan sebagian mulai melihat peluang langkah serupa pada Juni. Namun setelah reli singkat yang terjadi sebelumnya, sebagian investor memilih melakukan penyesuaian posisi sehingga memicu koreksi harga pada awal pekan ini. Jika Anda ingin mencoba simulasi trading tanpa risiko, Anda dapat memanfaatkan akun demo melalui https://demo.ew-futures.com/login
Fokus investor selanjutnya tertuju pada risalah rapat Federal Reserve serta data inflasi core PCE yang menjadi indikator favorit bank sentral AS dalam menilai tekanan harga. Kedua data tersebut diperkirakan akan menjadi penentu arah kebijakan moneter beberapa bulan mendatang sekaligus memengaruhi pergerakan logam mulia secara keseluruhan. Untuk membaca berita ekonomi dan analisis pasar lainnya, Anda bisa mengunjungi https://www.newsmaker.id
Di kawasan Asia, pasar China daratan masih ditutup sepanjang pekan karena libur Tahun Baru Imlek. Sebelumnya, aktivitas spekulatif dari investor China disebut turut berkontribusi terhadap lonjakan harga logam mulia dalam beberapa waktu terakhir. Dengan kondisi likuiditas yang menipis serta pasar yang masih menunggu data penting dari AS, harga perak diperkirakan tetap bergerak fluktuatif dalam jangka pendek. Agar tidak ketinggalan update harian dan edukasi pasar terbaru, pastikan Anda mengikuti Instagram resmi perusahaan di https://www.instagram.com/equityworld_praxis.official
