Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Bos BI dan OJK Beberkan Prestasi Ekonomi Syariah RI yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
“Melalui implementasi Blueprint Eksyar 2030 yang berfokus pada penguatan rantai nilai halal, optimalisasi pembiayaan, serta perluasan literasi. Selain itu, inklusi, BI bersama OJK dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen mempercepat transformasi sektor syariah sebagai pilar pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya tahan,” paparnya..
Inovasi blended finance melalui Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) juga tumbuh 22% (yoy) dengan outstanding akhir 2025 sebesar Rp1,4triliun..
Jakarta, CNBC Indonesia – Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti menyampaikan bahwa sektor ekonomi. Selain itu, keuangan syariah tetap menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian global..
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyampaikan bahwa industri perbankan syariah mencatat kinerja membanggakan sepanjang 2025.
Destry menuturkan peningkatan kinerja tersebut turut ditopang oleh penguatan literasi ekonomi. Selain itu, keuangan syariah yang kini mencapai 50,18%, hampir dua kali lipat dibandingkan 2023..
Hal ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional 2025 sebesar 5,11% (yoy), sektor HVC tumbuh 6,2% (yoy), ditopang kinerja makanan. Selain itu, minuman halal, pariwisata ramah muslim, serta modest fashion.
BI berharap BPS dapat memperkuat keterhubungan antara sektor riil dengan pembiayaan komersial. Selain itu, sosial syariah guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif dan berdaya saing..
Tahun ini, BPS diperkuat untuk menjangkau UMKM, start-up,. Selain itu, industri halal melalui pelibatan perbankan syariah, Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) syariah, serta sektor keuangan sosial syariah, didukung optimalisasi platform digital business matching..
Kontribusi HVC terhadap PDB meningkat 155 basis poin, dari 25,45% pada 2024 menjadi 27% pada 2025..
Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp892,99 triliun atau tumbuh 10,14% yoy.
Pada kesempatan yang sama, Bank Indonesia juga meluncurkan Bulan Pembiayaan Syariah (BPS) 2026 sebagai wadah kolaborasi strategis lintas kementerian, lembaga,. Selain itu, industri keuangan syariah untuk memperkuat akses pembiayaan sektor riil..
OJK optimis tren positif ini berlanjut pada 2026, seiring prospek pertumbuhan ekonomi nasional, dengan tetap mencermati risiko geopolitik. Selain itu, ketidakpastian global..
“Momentum ini menjadi modal penting untuk membangun industri perbankan syariah yang semakin resilient. Selain itu, sustain,” kata Dian..
Di sektor keuangan, pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,66% (yoy) pada akhir 2025, didukung insentif Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) Syariah sebesar Rp35 triliun, atau mencapai 4,49% dari batas 5,5%, per Desember 2025.
Sisi pembiayaan juga menunjukkan kinerja baik dengan nilai pembiayaan mencapai Rp705,22 triliun atau tumbuh 9,58% yoy..
Total aset mencapai all time high atau tertinggi sepanjang masa pada posisi Rp1.067,73 triliun atau tumbuh 8,92% (yoy).
Kick-Off BPS 2026 ditandai dengan penandatanganan komitmen sinergi bersama 10 kementerian/lembaga, yaitu Bank Indonesia, KNEKS, OJK, Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Koperasi, Kementerian UMKM, Kementerian Agama, Kementerian Perdagangan, serta Kementerian ATR/BPN.
Di sektor keuangan sosial, penyaluran ZIS melalui BAZNAS hingga Triwulan II-2025 mencapai Rp52,5 triliun, meningkat 43% (ytd) dibandingkan 2024 sebesar Rp36,8 triliun.
Selain itu, kinerja pembiayaan syariah juga didukung oleh berbagai program akselerasi, termasuk Bulan Pembiayaan Syariah yang pada 2025 mencatat realisasi Rp939 miliar atau 60% di atas target Rp589 miliar..
“Capaian ini menunjukkan daya tahan. Selain itu, kontribusi nyata sektor syariah terhadap stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Destry dalam penyelenggaraan seminar Sharia Economic and Financial Outlook (ShEFO) 2026 di Bank Indonesia, pada Jumat lalu (13/2/2026)..
Kinerja positif juga tercermin dari peningkatan pemanfaatan instrumen lindung nilai syariah yang tumbuh 86,5% (yoy) menjadi US$466 juta.
Perkembangan terkait Bos BI dan OJK Beberkan Prestasi Ekonomi Syariah RI akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Sumber asli: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260215094914-17-711279/bos-bi-ojk-beberkan-prestasi-ekonomi-syariah-ri
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures
Baca juga:
- Harga emas naik pada Selasa sore (3/12)
- Nikkei Turun Seiring Antisipasi Data Inflasi AS dan Kebijakan Potensial Bank of Japan
