0 0
Read Time:1 Minute, 51 Second

Harga emas kembali bergerak turun ke bawah US$4.900 per ons di tengah minimnya aktivitas perdagangan kawasan Asia yang sebagian besar masih tutup karena libur Tahun Baru Imlek. Tekanan juga terjadi pada perak yang ikut mengalami pelemahan setelah sebelumnya mencatat pergerakan volatil dalam beberapa sesi terakhir.

Emas spot bahkan sempat terkoreksi hingga 3% pada perdagangan Selasa dan menyentuh level terendah dalam lebih dari satu pekan. Penurunan ini melanjutkan pelemahan sekitar 1% pada sesi sebelumnya, setelah logam mulia tersebut sebelumnya menikmati reli panjang sejak awal tahun. Dari posisi tertinggi di atas US$5.595 per ons, harga emas sempat merosot tajam menuju area US$4.400 hanya dalam waktu dua hari sebelum kembali pulih sebagian.

Bagi Anda yang ingin mengikuti update pasar dan berita finansial terbaru lainnya, bisa mengunjungi Newsmaker.id serta cek informasi dan aktivitas terbaru melalui Instagram resmi Equityworld Praxis Official.

Di tengah volatilitas yang tinggi, permintaan fisik dari China dan India masih menjadi penopang utama harga emas global. Data terbaru menunjukkan impor emas India hampir mencetak rekor hingga Januari, dengan nilai impor melampaui US$12 miliar dan menjadi salah satu angka bulanan tertinggi sepanjang sejarah. Sementara itu, impor perak negara tersebut juga melonjak hingga menembus US$2 miliar.

Sejumlah institusi keuangan besar seperti BNP Paribas, Deutsche Bank, dan Goldman Sachs masih mempertahankan pandangan bullish terhadap emas. Analis Jefferies bahkan menaikkan proyeksi harga emas tahun 2026 menjadi US$5.000 per ons. Faktor inflasi dan pelemahan dolar AS dinilai masih menjadi alasan utama investor maupun bank sentral tetap memburu aset keras seperti emas.

Untuk mengenal lebih jauh layanan dan produk trading dari PT Equityworld Futures Praxis Surabaya, Anda dapat mengunjungi website resmi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya. Anda juga bisa mencoba simulasi trading melalui Demo Account Trading guna memahami fitur dan mekanisme transaksi secara langsung.

Sementara itu, perhatian pasar kini tertuju pada arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat setelah data inflasi terbaru tercatat lebih rendah dari perkiraan. Pelaku pasar akan menanti risalah rapat The Fed yang dijadwalkan rilis pekan ini untuk mencari petunjuk terkait kondisi ekonomi dan arah kebijakan moneter berikutnya. Di sisi lain, perak tetap menjadi sorotan karena volatilitasnya yang jauh lebih agresif dibanding emas, terutama akibat ukuran pasar yang lebih kecil dan tingkat likuiditas yang lebih rendah.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *