Equityworld Futures – Berikut merupakan informasi terbaru terkait Listing Bank Muamalat Molor Dua Tahun Lebih, OJK Buka Suara yang dirangkum dari berbagai sumber terpercaya dan telah disesuaikan untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pembaca.
Untuk diketahui, sejak tahun 1998, Bank Muamalat sudah tercatat sebagai perusahaan terbuka, tetapi sahamnya saat ini belum tercatat di bursa..
Ini menjadi satu dari beberapa persyaratan yang belum terpenuhi untuk listing..
Pada bulan Juni 2024, Corporate Secretary Bank Muamalat Hayunaji menyampaikan data pemegang saham jamaah haji tahun 1992-1994 yang tidak dapat diidentifikasi.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyebutkan Bank Muamalat saat ini sedang melakukan langkah-langkah untuk memperkuat proses listing, termasuk penjajakan investor baru..
“Bank ini kan bank yang tertua bank syariah tertua di kita. Selain itu, saya kira itu apa namanya ownership masyarakat, kita masyarakat muslim kita kan sangat besar dan bank ini kan relatifnya punya customer nya itu loyal.
Kita sedang lihat juga bagaimana prospeknya ke depan di samping yang ada sekarang,” papar Dian..
Adapun OJK telah memberi arahan bagi BMI untuk mencatatkan sahamnya di bursa. Selain itu, tahun 2023 adalah batas akhir.
“Sekarang banyak investor yang sedang melirik, itu yang berminat.
Menurutnya, Bank Muamalat memiliki posisi strategis sebagai bank syariah tertua di Indonesia yang basis kepemilikannya didukung oleh masyarakat muslim yang memiliki loyalitas tinggi.
Tanpa membeberkan secara detil, ia menyebut ada banyak investor yang berminat masuk ke bank syariah tertua RI itu..
Hal itu disebutnya menjadi modal utama bagi pengembangan bisnis bank itu ke depan..
“Bank Muamalat itu sekarang itu kan, ya ini artinya kan sedang dalam ada juga calon investor yang saya bilang waktu itu kan sempat juga ada yang masuk. Selain itu, lain sebagainya.
Artinya, sudah dua tahun lebih bank itu molor melakukan listing..
Keadaan ini bermula saat pemerintah meminta jamaah yang berangkat naik haji tahun 1992 hingga 1994 untuk membeli saham bank.
Jakarta, CNBC Indonesia — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan kabar terbaru terkait rencana PT Bank Muamalat Indonesia Tbk untuk mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang telah molor lebih dari dua tahun..
Nah ini modal utama sebetulnya kan,” tutur Dian..
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif. Selain itu, Bursa Karbon OJK saat itu mengatakan BMI telah mengajukan permohonan pencatatan saham BEI pada tanggal 24 November 2023..
Lantas, ada sebanyak 300.000 jamaah memegang saham BMI dalam bentuk warkat..
Menurut Inarno, BEI menanggapi pada tanggal 18 Desember 2023, bahwa BEI belum dapat memberikan persetujuan atas permohonan pencatatan saham BBMI..
Tapi juga kita itu sedang artinya sedang melakukan langkah-langkah yang ini dulu bisa semakin memperkuat gitu ya,” ujar Dian saat ditemui di Wisma Danantara, belum lama ini, dikutip Rabu (18/22026)..
Perkembangan terkait Listing Bank Muamalat Molor Dua Tahun Lebih, OJK Buka Suara akan terus dipantau mengingat dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan pasar secara keseluruhan.
Artikel ini dipublikasikan ulang untuk tujuan edukasi dan informasi pasar.
Untuk informasi resmi kunjungi website kami di:
Berita Equity World Futures
Baca juga:
- Rekomendasi untuk Indeks Hang Seng Hari Ini
- Seleksi Ketua dan Anggota DK OJK Dibuka, Pansel Wajibkan SPT dan LHKPN
