0 0
Read Time:1 Minute, 56 Second

Harga emas dunia bergerak relatif stabil pada perdagangan Kamis (19/2) dan masih kesulitan menembus kembali level psikologis US$5.000 per ons. Pergerakan logam mulia saat ini dipengaruhi kombinasi sentimen hawkish dari Federal Reserve dan meningkatnya tensi geopolitik global yang sama-sama memengaruhi arah pasar.

Dalam perdagangan terbaru, emas diperdagangkan di sekitar level US$4.975 setelah sebelumnya sempat menyentuh area tertinggi harian di dekat US$5.021. Namun penguatan tersebut tidak bertahan lama karena dolar Amerika Serikat kembali menguat mendekati level tertinggi dalam hampir satu bulan terakhir. Kondisi ini membuat tekanan terhadap emas meningkat karena logam mulia menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Ikuti update berita ekonomi dan market global lainnya melalui Newsmaker Indonesia.

Penguatan dolar AS dipicu oleh serangkaian data ekonomi Amerika yang menunjukkan kondisi ekonomi masih cukup solid. Data Initial Jobless Claims tercatat turun menjadi 206 ribu, lebih baik dibandingkan perkiraan pasar sebesar 225 ribu. Selain itu, indeks manufaktur Philadelphia Fed juga mengalami kenaikan signifikan pada Februari dan melampaui ekspektasi pasar, menandakan aktivitas ekonomi masih bertahan kuat di tengah kebijakan suku bunga tinggi.

Dari sisi kebijakan moneter, risalah rapat Federal Reserve menunjukkan mayoritas pejabat bank sentral masih cenderung mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama sambil terus memantau perkembangan inflasi. Bahkan, beberapa anggota masih membuka peluang kenaikan suku bunga tambahan apabila tekanan inflasi belum mereda sesuai target. Sentimen tersebut turut menopang penguatan dolar AS sekaligus membatasi ruang kenaikan harga emas. Untuk memperoleh edukasi trading dan update market harian lainnya, kunjungi juga Instagram Equityworld Praxis Official.

Meski demikian, faktor geopolitik tetap menjadi penopang penting bagi harga emas. Laporan media Amerika Serikat menyebutkan adanya peningkatan kesiapan militer AS terkait potensi aksi terhadap Iran dalam waktu dekat. Ketegangan di kawasan Timur Tengah tersebut membuat sebagian investor masih mempertahankan minat terhadap aset safe haven seperti emas sebagai langkah perlindungan terhadap ketidakpastian global.

Fokus pasar selanjutnya tertuju pada rilis data ekonomi penting Amerika Serikat, termasuk Core PCE dan advance GDP yang dijadwalkan dirilis pada Jumat. Data tersebut diperkirakan akan menjadi penentu utama arah pergerakan emas berikutnya, apakah mampu kembali menguji level US$5.000 atau justru tertahan oleh penguatan dolar AS dan ekspektasi suku bunga tinggi yang berkepanjangan.

Bagi Anda yang ingin memahami peluang trading emas dan komoditas lainnya lebih lanjut, silakan kunjungi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya serta coba pengalaman simulasi trading melalui Demo Trading EWF.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *