0 0
Read Time:2 Minute, 16 Second

Harga emas bergerak relatif stabil pada perdagangan Kamis (26/2) di tengah meningkatnya permintaan aset safe haven akibat ketidakpastian kebijakan perdagangan Amerika Serikat dan perkembangan pembicaraan nuklir antara Washington dan Teheran yang berlangsung di Jenewa, Swiss. Investor masih cenderung berhati-hati sambil menunggu kepastian arah kebijakan global yang dapat memengaruhi pergerakan pasar keuangan.

Pada perdagangan pukul 08:55 waktu AS atau 13:55 GMT, harga spot gold tercatat naik tipis sekitar 0,1% ke level US$5.171,27 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS justru bergerak turun sekitar 0,8% menjadi US$5.186,66 per ons. Pergerakan yang cenderung terbatas menunjukkan pasar masih berada dalam fase wait and see terhadap perkembangan geopolitik dan ekonomi global.

Fokus utama investor saat ini tertuju pada pembicaraan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pelaku pasar menilai potensi kebuntuan atau meningkatnya tensi geopolitik dapat kembali mendorong minat terhadap aset lindung nilai seperti emas. Ketegangan di Timur Tengah selama ini menjadi salah satu faktor utama yang menopang harga logam mulia sepanjang tahun berjalan.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai peluang investasi dan trading logam mulia maupun komoditas global lainnya, kunjungi PT. Equityworld Futures Praxis Surabaya. Anda juga dapat mencoba simulasi trading melalui Demo Account Trading EWF guna memahami dinamika pasar dan fitur transaksi secara langsung.

Selain faktor geopolitik, pasar juga masih mencermati kebijakan tarif Amerika Serikat pasca putusan Mahkamah Agung yang mengubah dasar hukum sejumlah kebijakan perdagangan sebelumnya. Pemerintah AS diketahui tetap melanjutkan rencana penerapan tarif global baru hingga 15%, yang membuat ketidakpastian perdagangan internasional tetap tinggi dan menjaga sentimen defensif investor di pasar global.

Dari sisi data ekonomi, klaim pengangguran awal atau initial jobless claims di AS tercatat naik tipis sebanyak 4.000 menjadi 212.000 untuk pekan yang berakhir 21 Februari. Meski belum mengubah pandangan besar terhadap kondisi ekonomi AS, data tersebut tetap menjadi perhatian pasar dalam membaca arah kebijakan Federal Reserve ke depan, khususnya terkait peluang perubahan suku bunga.

Sejumlah lembaga keuangan global masih mempertahankan prospek positif terhadap emas. ING Group menilai harga emas berhasil memulihkan lebih dari separuh koreksi tajam yang terjadi pada akhir bulan lalu dan tetap memiliki potensi kenaikan apabila ketegangan geopolitik meningkat. Sementara itu, Deutsche Bank menilai ketidakpastian tarif AS masih menjadi faktor pendukung bagi emas meski pemerintah AS berpotensi mencari jalur hukum alternatif untuk melanjutkan kebijakan pungutan impor.

Untuk logam mulia lainnya, pergerakan cenderung mengalami koreksi setelah reli sebelumnya. Harga perak turun sekitar 4% ke level US$87,315 per ons, sedangkan platinum melemah sekitar 2,1% menjadi US$2.282,95 per ons.

Ikuti berbagai update market, berita ekonomi global, dan edukasi trading terbaru melalui Instagram Equityworld Praxis Official serta jaringan sosial media resmi perusahaan di Linktree EWF Praxis. Informasi finansial lainnya juga dapat Anda baca melalui Newsmaker.id.

About Post Author

IT Sby Praxis

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *